SAMARINDA — Upaya memperkuat layanan kesehatan dari tingkat paling dasar terus digencarkan.
Kali ini, mahasiswa Komunitas, Keluarga, dan Gerontik (KKG) Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (Kaltim) turun langsung melatih kader kesehatan di wilayah Makroman, Kecamatan Sambutan, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung di Dusun Majenang dan Lestari itu mengusung fokus pada peningkatan kapasitas kader.
Khususnya dalam Integrasi Layanan Primer (ILP) dan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Melalui program ini, para kader dibekali pemahaman tentang pentingnya layanan kesehatan yang terintegrasi, berkesinambungan, serta berorientasi pada upaya promotif dan preventif sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kader memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan fasilitas kesehatan. Karena itu, kapasitas mereka perlu terus diperkuat,” ucap salah satu perwakilan Poltekkes Kemenkes Kaltim.
Tak hanya teori, pelatihan juga menitikberatkan pada praktik langsung. Kader dilatih mengenali tanda-tanda kondisi darurat seperti henti napas dan henti jantung, serta melakukan tindakan awal berupa resusitasi jantung paru (RJP) dan pertolongan pertama.
Simulasi dilakukan agar peserta benar-benar memahami teknik yang diajarkan dan mampu bertindak cepat saat menghadapi situasi darurat di lingkungan mereka.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para kader aktif berdiskusi dan mengikuti sesi praktik dengan serius.
Mereka menilai pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan kesiapsiagaan di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan kader kesehatan di Makroman semakin sigap, kompeten, dan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat sekaligus mendukung penguatan layanan kesehatan primer yang terintegrasi dan berkelanjutan. (Adv)











