BONTANG – Kesadaran terhadap keselamatan ketenagalistrikan perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Berangkat dari semangat tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) melalui UP3 Bontang menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan listrik bagi siswa SMK Putra Bangsa Bontang.
Melalui kegiatan ini, PLN tidak hanya memberikan pemahaman mengenai penggunaan listrik yang aman, tetapi juga mengajak para pelajar menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan budaya sadar listrik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Para siswa mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari pengenalan bahaya jaringan listrik, penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar, hingga risiko aktivitas yang sering dianggap sepele seperti bermain layangan di dekat jaringan listrik.
Kepala SMK Putra Bangsa, Muslimin, menyambut baik kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, keselamatan dalam penggunaan listrik menjadi hal yang sangat relevan bagi lingkungan sekolah yang hampir seluruh aktivitasnya bergantung pada energi listrik.
"Sebagian besar fasilitas sekolah menggunakan tenaga listrik dengan daya mencapai 13.200 Watt. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting agar siswa dan seluruh warga sekolah memahami potensi bahaya serta cara menggunakan listrik secara aman," ujarnya.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan yang berkelanjutan.
Menurutnya, edukasi sejak dini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap risiko kelistrikan, tetapi juga mendorong mereka menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar mampu menjadi contoh dan penyambung informasi terkait keselamatan ketenagalistrikan. Budaya sadar listrik yang tumbuh sejak dini akan mendukung terciptanya pemanfaatan energi listrik yang aman dan nyaman bagi masyarakat," kata Chaliq.
Senada dengan itu, Manager PLN UP3 Bontang, Sri Wahyuningsih, menegaskan bahwa upaya edukasi kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang peduli terhadap keselamatan kelistrikan.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai bahaya listrik perlu terus ditingkatkan untuk mencegah kecelakaan serta menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan.
Dalam kesempatan tersebut, PLN juga mengingatkan para siswa untuk tidak bermain layangan di sekitar jaringan listrik karena berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik bahkan membahayakan keselamatan jiwa. Selain itu, masyarakat diimbau menjaga jarak aman pohon dari jaringan listrik minimal tiga meter serta menggunakan instalasi listrik yang memenuhi standar keselamatan.
PLN berharap para pelajar dapat menjadi mitra edukasi yang aktif menyampaikan pesan keselamatan ketenagalistrikan kepada lingkungan sekitar. Masyarakat yang menemukan potensi gangguan atau kondisi berbahaya di dekat jaringan listrik juga dapat melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile maupun kantor layanan PLN terdekat.
Melalui langkah edukatif yang berkelanjutan, PLN terus berupaya membangun masyarakat yang semakin sadar, peduli, dan bertanggung jawab dalam menggunakan energi listrik secara aman.(Adv)














