Payload Logo
Kebun Gizi Lansia PLN UID Kaltimra

Dari kebun hidroponik hingga budidaya lele, Kebun Gizi Lansia binaan PLN UID Kaltimra kini menjadi sumber pangan, kegiatan sosial, dan penggerak ekonomi warga Sempaja Utara, Samarinda..(dok : PLN)

Dari Hidroponik ke Rupiah, Program Kebun Gizi Lansia PLN UID Kaltimra Tumbuhkan Kemandirian Warga

Penulis: Han | Editor:
1 Juli 2026

Samarinda – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui Program Kebun Gizi Lansia di Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda, kegiatan bercocok tanam kini berkembang menjadi ruang pemberdayaan yang menghadirkan manfaat sosial sekaligus peluang ekonomi.

Diinisiasi oleh Srikandi PLN UID Kaltimra bersama Rumah Zakat sejak tahun 2025, Kebun Gizi Lansia awalnya hadir untuk mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan aktivitas produktif perempuan dan lansia melalui budidaya sayuran hidroponik.

Seiring waktu, program tersebut terus berkembang. Tidak hanya menghasilkan sayuran sehat seperti pakcoy, kelompok pengelola kini mulai mengembangkan tanaman tomat dan budidaya ikan lele sebagai upaya memperluas manfaat serta menjaga keberlanjutan program.

Salah satu pengurus Kebun Gizi Lansia, Lusi, menyampaikan bahwa kebun tersebut kini menjadi aktivitas produktif yang memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar.

“Awalnya kami fokus menanam pakcoy. Sekarang kami mulai mencoba tanaman tomat dan budidaya lele. Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, tetapi sebagian juga dijual untuk mendukung kebutuhan operasional kebun,” ungkap Lusi.

Menurutnya, hasil panen pakcoy yang diperoleh rata-rata mencapai sekitar 50 ikat setiap bulan. Setelah beberapa kali panen dibagikan kepada lansia dan masyarakat sekitar, hasil berikutnya mulai dipasarkan untuk membantu pembelian bibit, pupuk, hingga kebutuhan perawatan.

Tidak hanya sayuran, budidaya lele yang dikembangkan kelompok tersebut juga mulai memberikan hasil. Hingga saat ini, sekitar 100 kilogram ikan lele telah berhasil dipanen dan dijual.

“Memang ada tantangan selama proses budidaya, salah satunya ikan yang mati. Namun kami terus belajar dan Alhamdulillah hasilnya tetap memberikan tambahan pemasukan bagi kelompok,” jelasnya.

Keberadaan Kebun Gizi Lansia juga memperkuat kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui Program Jumat Berkah Berbagi Sayur, di mana hasil kebun dimanfaatkan untuk dibagikan kepada lansia dan warga sekitar.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, mengatakan bahwa perkembangan program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak jangka panjang apabila dikelola secara konsisten.

“Program TJSL bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi bagaimana menciptakan ruang agar masyarakat dapat tumbuh dan mandiri. Kebun Gizi Lansia ini menunjukkan bahwa kolaborasi mampu menghadirkan ketahanan pangan sekaligus peluang ekonomi,” ujar Meiryandi.

Ia menambahkan, keterlibatan perempuan dan lansia menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Dari aktivitas sederhana berkebun, kini masyarakat mampu menghasilkan produk yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

“Kami mengapresiasi semangat kelompok pengelola yang terus menjaga keberlangsungan program ini. Harapannya, Kebun Gizi Lansia dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya,” tambahnya.

Melalui program ini, PLN UID Kaltimra terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan program TJSL yang berkelanjutan. Kebun Gizi Lansia tidak hanya menghadirkan pangan sehat, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan yang mendorong kemandirian masyarakat.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025