BALIKPAPAN – PT PLN (Persero) terus memperkuat langkah pengamanan sistem kelistrikan di Kalimantan di tengah proses pemulihan sejumlah fasilitas pembangkit. Pemantauan kondisi sistem hingga pengaturan operasi dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga pelayanan listrik kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, turun langsung meninjau proses pemeliharaan di PLTU Teluk Balikpapan, Kamis (24/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan secara langsung sekaligus memastikan koordinasi dalam proses pemulihan berjalan sesuai kondisi teknis dan kebutuhan sistem kelistrikan.
“PLN terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah penanganan secara berkelanjutan. Setiap perkembangan kondisi sistem kami evaluasi untuk kemudian disesuaikan dengan langkah operasional yang diperlukan. Koordinasi juga terus dilakukan bersama seluruh pihak terkait,” ujar Chaliq.
Menurutnya, kondisi sistem kelistrikan yang terus berubah membutuhkan pengelolaan secara menyeluruh. PLN melakukan pemantauan terhadap kondisi pembangkit dan jaringan sekaligus menyesuaikan pola operasi berdasarkan perkembangan sistem.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh upaya yang dapat dilakukan terus berjalan secara optimal. Tim di lapangan terus bekerja, baik dalam proses pemeliharaan maupun pengelolaan sistem, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan proses penanganan yang terukur,” tambahnya.
Selain memantau pekerjaan di pembangkit, PLN juga memperkuat koordinasi lintas unit dan dengan pihak terkait untuk mendukung proses pemulihan fasilitas pembangkit yang sedang dalam penanganan.
Setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi teknis serta kesiapan peralatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga proses penanganan tetap aman dan berjalan secara optimal.
Masyarakat Diajak Bijak Gunakan Listrik
Di tengah upaya pengamanan sistem, PLN juga mengajak masyarakat ikut berperan melalui penggunaan listrik secara bijak, terutama pada periode beban puncak pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.
Masyarakat dapat membantu menjaga keseimbangan penggunaan listrik dengan mematikan peralatan yang tidak sedang digunakan, mengatur suhu pendingin ruangan pada kisaran 24–26 derajat Celsius, serta menggunakan peralatan listrik sesuai kebutuhan.
“Kami mengapresiasi dukungan dan pengertian masyarakat selama proses penanganan berlangsung. Penggunaan listrik secara bijak, khususnya pada periode beban puncak, menjadi salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan bersama,” tutur Chaliq.
PLN UID Kaltimra memastikan pemantauan kondisi sistem akan terus dilakukan. Langkah operasional dan koordinasi dengan berbagai pihak juga akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kelistrikan.
Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemulihan fasilitas pembangkit sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan listrik bagi masyarakat serta aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. (Adv)














