Payload Logo
PLN dan Polri

Jaga Listrik Tetap Aman, PLN UID Kaltimra Perkuat Pengamanan Infrastruktur Strategis Bersama Polri. (dok : PLN)

PLN UID Kaltimra Gandeng Polri Perkuat Pengamanan Pusat Kendali Listrik Kaltim-Kaltara

Penulis: Han | Editor:
28 Agustus 2026

BALIKPAPAN – Keandalan pasokan listrik tidak hanya bergantung pada kesiapan jaringan dan pembangkit, tetapi juga pada keamanan infrastruktur yang menjadi pusat kendali sistem kelistrikan. Karena itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) memperkuat sistem pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Penguatan tersebut dilakukan melalui Audit Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) pada Distribution Control Center (DCC) Server Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) Kaltim-Kaltara yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026.

DCC Server SCADA merupakan salah satu infrastruktur strategis yang berfungsi mendukung pemantauan dan pengendalian sistem kelistrikan secara real time. Infrastruktur ini memiliki peran penting dalam menjaga operasional sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Karena memiliki fungsi strategis, aspek keamanan menjadi bagian penting dalam memastikan sistem kelistrikan dapat terus beroperasi secara andal dan berkelanjutan.

Audit tersebut dihadiri Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Dr. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., Kasubdit Audit Sispamobvitnas Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., Direktur Pamobvit Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Agus Fajaruddin, S.I.K., M.Han., beserta tim auditor Sistem Manajemen Pengamanan.

Melalui audit tersebut, penerapan sistem pengamanan pada infrastruktur yang ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) dievaluasi untuk memastikan pelaksanaannya berjalan terencana, terintegrasi, dan sesuai standar yang berlaku.

Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Dr. M. Syahduddi mengatakan, audit implementasi Sistem Manajemen Pengamanan menjadi salah satu instrumen untuk memastikan pengamanan Obvitnas berjalan sesuai standar.

“Objek Vital Nasional memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pelayanan publik dan mendukung pembangunan nasional. Karena itu, Sistem Manajemen Pengamanan perlu diterapkan secara konsisten sesuai standar yang berlaku,” ujar Syahduddi.

Menurutnya, audit tidak hanya berfungsi sebagai proses evaluasi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dan pemberian rekomendasi untuk meningkatkan kualitas sistem pengamanan dalam menghadapi berbagai potensi risiko.

Syahduddi juga mengapresiasi komitmen PLN UID Kaltimra dalam menerapkan sistem pengamanan secara terintegrasi pada infrastruktur ketenagalistrikan.

“Sinergi Polri dan PLN menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan infrastruktur strategis nasional. Kolaborasi, evaluasi, dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan semakin memperkuat sistem pengamanan sehingga mampu mendukung operasional ketenagalistrikan yang aman dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli menegaskan bahwa Sistem Manajemen Pengamanan bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek kepatuhan, tetapi menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keberlangsungan operasional dan pelayanan listrik kepada masyarakat.

“Bagi PLN, Sistem Manajemen Pengamanan bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasional dan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat,” ujar Chaliq.

Ia menjelaskan, PLN UID Kaltimra sebelumnya telah melakukan sejumlah tahapan untuk memperkuat penerapan sistem pengamanan di DCC Server SCADA Kaltimra.

Tahapan tersebut dimulai dari evaluasi internal untuk mengukur kesiapan penerapan Sistem Manajemen Pengamanan, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan teknis bersama Baharkam Polri hingga pelaksanaan audit.

“Proses yang kami lakukan secara bertahap, mulai dari evaluasi internal, pembinaan teknis, hingga audit, merupakan bentuk komitmen PLN untuk memastikan penerapan sistem pengamanan terus berkembang dan memenuhi standar yang ditetapkan,” kata Chaliq.

Menurut dia, keterlibatan Polri dalam proses evaluasi dan pembinaan memberikan perspektif serta masukan penting bagi PLN untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi dukungan dan pembinaan dari jajaran Baharkam Polri. Setiap evaluasi dan rekomendasi yang diberikan menjadi masukan penting bagi PLN untuk melakukan perbaikan dan penguatan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Pengamanan DCC Server SCADA Kaltimra sendiri diterapkan dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari keamanan fasilitas dan infrastruktur pendukung hingga sistem, personel, serta lingkungan operasional.

Melalui kolaborasi tersebut, PLN UID Kaltimra dan Polri berkomitmen memperkuat sistem pengamanan infrastruktur ketenagalistrikan yang memiliki peran strategis bagi masyarakat.

Koordinasi, evaluasi, dan pembinaan secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan sistem pengamanan yang semakin terintegrasi sekaligus mendukung operasional kelistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025