PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan perluasan lahan tanam padi untuk meningkatkan produksi pangan daerah.
Melalui Dinas Pertanian, pemerintah menargetkan penanaman pada lahan seluas 3.654 hektare pada Oktober 2026, kemudian menambah potensi luas tanam sekitar 5.000 hektare pada November hingga Desember.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Rozihan Azward, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan indeks pertanaman (IP) padi hingga tiga kali dalam setahun.
Saat ini, pola tanam padi di wilayah PPU secara umum telah mencapai dua kali dalam setahun sehingga pemerintah daerah berupaya mendorong pelaksanaan masa tanam ketiga.
“Upaya strategis ini diambil sebagai langkah nyata untuk mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produksi beras lokal,” katanya, Senin (12/10/2026).
Menurut Rozihan, percepatan masa tanam ketiga direncanakan mulai berlangsung pada Oktober. Penentuan waktu tersebut mempertimbangkan perkiraan awal musim hujan agar ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan lahan persawahan dapat lebih terjaga.
Ia optimistis pelaksanaan program dapat berjalan sesuai rencana kerja yang telah dilaporkan kepada pemerintah provinsi.
Meski demikian, kesiapan lahan dan ketersediaan air tetap menjadi faktor penting dalam mendukung realisasi target tersebut.
“Sangat optimistis target tanam pada Oktober ini dapat terlaksana sesuai dengan jadwal rencana kerja yang telah dilaporkan resmi ke tingkat pemerintah provinsi,” jelasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinas Pertanian PPU telah memetakan lahan yang berpotensi digarap oleh petani.
Pada tahap awal, penanaman ditargetkan mencakup 3.654 hektare sawah yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten PPU.
Program tersebut tidak berhenti pada Oktober. Pemerintah daerah juga menyiapkan perluasan potensi lahan tanam pada dua bulan berikutnya dengan target sekitar 5.000 hektare.
“Harapannya dengan adanya penambahan tersebut dapat memperluas pemanfaatan lahan pertanian sekaligus mendukung peningkatan produksi beras lokal,” paparnya.
Upaya meningkatkan frekuensi tanam menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia.
Namun, pencapaian target tetap membutuhkan penyesuaian dengan kondisi lapangan, terutama terkait ketersediaan air, kesiapan lahan, dan jadwal tanam petani.
Rozihan berharap percepatan masa tanam dapat memberikan dampak terhadap peningkatan hasil panen serta pendapatan petani.
Produksi yang lebih optimal juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten PPU.
“Melalui percepatan ini, hasil panen padi diharapkan mampu mendongkrak perekonomian para petani lokal,” pungkasnya. (Adv)











