Payload Logo
PTMB

PTMB menyiapkan skenario layanan air bersih berbasis data dan simulasi teknis untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan mulai terjadi pada April dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September, Rabu (1/4/2026) (han/katakaltim)

PTMB Siapkan Skenario Hadapi El Nino 2026, Layanan Air Bersih Disesuaikan Berbasis Data

Penulis: Han | Editor: Agung
3 April 2026

BALIKPAPAN — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan skenario layanan air bersih berbasis data dan simulasi teknis untuk menghadapi potensi dampak fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan mulai terjadi pada April dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi strategis antara PTMB dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV yang digelar pada 31 Maret 2026. Fokus utama pembahasan adalah menjaga keberlanjutan pasokan air bersih di tengah ancaman kekeringan ekstrem.

Direktur Utama PTMB, Saharuddin, menegaskan bahwa seluruh langkah mitigasi disusun secara terukur berdasarkan data teknis, bukan asumsi.

“Mitigasi yang kami siapkan bukan berbasis asumsi, tetapi berbasis data dan simulasi. Kami menghitung secara detail potensi penurunan air baku, dampaknya terhadap produksi, hingga skema distribusi agar layanan tetap berjalan,” ujar Saharuddin, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, sistem penyediaan air baku Balikpapan masih sangat bergantung pada air tadah hujan, terutama dari Waduk Manggar.

Dalam kondisi normal, muka air waduk dapat turun sekitar 5 sentimeter per hari. Namun saat El Nino, penurunan berpotensi lebih cepat akibat minimnya curah hujan dan berkurangnya aliran masuk (inflow).

Selain kuantitas, kualitas air juga terancam menurun. Tingkat kekeruhan dapat meningkat, disertai masuknya pasir dan udara ke sistem pompa, serta pertumbuhan gulma air yang mengganggu proses produksi.

Saat ini, cakupan layanan PTMB mencapai sekitar 77,02 persen dari total kebutuhan masyarakat Balikpapan. Tingginya ketergantungan ini membuat potensi gangguan produksi harus diantisipasi secara cermat.

Sebagai langkah utama, PTMB bersama BWS akan mengoptimalkan tampungan Waduk Manggar dan Bendungan Sungai Wain melalui pengaturan pintu air untuk menjaga volume sebelum puncak kemarau.

Selain itu, diterapkan skenario simulasi pengambilan air sebesar 75 persen dengan asumsi inflow hanya 50 persen guna menjaga stabilitas waduk hingga akhir tahun.

Upaya lain mencakup pemanfaatan tiga bendungan pengendali (bendali) sebagai sumber suplai tambahan.

Di sisi operasional, PTMB juga menyiapkan skema penyesuaian distribusi. Jika produksi air turun di bawah 70 persen dari kapasitas normal, distribusi akan dilakukan secara bergiliran dari wilayah hulu ke hilir.

Untuk kondisi darurat, PTMB menyiagakan sekitar 30 unit mobil tangki air yang akan difokuskan ke wilayah prioritas, seperti daerah dengan elevasi tinggi, kawasan terjauh, serta fasilitas vital seperti rumah sakit.

Selain langkah jangka pendek, PTMB juga menyiapkan strategi jangka menengah melalui optimalisasi sumber air alternatif.

Langkah tersebut meliputi reaktivasi sumur bor tidak aktif, pembangunan dua sumur bor baru di kawasan Gunung Tembak dan Jalan Mufakat, serta optimalisasi bendali yang sudah ada.

PTMB juga membuka peluang pengajuan anggaran tambahan ke pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur air bersih sebagai bagian dari mitigasi kekeringan nasional.

Saharuddin menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menghadapi situasi ini.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa kondisi ini adalah tantangan bersama. Dengan penggunaan air yang lebih bijak, kita bisa menjaga agar distribusi tetap merata dan tidak terjadi krisis yang lebih besar,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, PTMB bersama BWS akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengeluarkan imbauan resmi terkait penghematan air sekaligus meningkatkan literasi publik mengenai dampak El Nino.

PTMB mengimbau masyarakat mulai menerapkan perilaku hemat air, seperti mengurangi penggunaan berlebih, menampung air saat distribusi berlangsung, dan menggunakan air secara efisien dalam aktivitas sehari-hari.

“Air adalah kebutuhan dasar yang harus kita jaga bersama. Dengan langkah yang terencana dan kesadaran kolektif, kita bisa menghadapi El Nino ini dengan lebih siap dan tetap melayani masyarakat secara optimal,” ujar Saharuddin. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025