Payload Logo
Balikpapan

Ilustrasi warga Karang Jaong, Kota Balikpapan mengancam tutup waduk manggar jika kualitas air masih tidak bagus (dok: Akal Imitasi/AI)

Masalah Air Bersih: Warga Karang Joang Balikpapan Habis Kesabaran, Ultimatum Tutup Akses Waduk Manggar

Penulis: Han | Editor: Agung
6 Mei 2026

BALIKPAPAN — Persoalan air bersih di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, memanas kembali.

Warga yang telah lama menunggu kepastian akhirnya meluapkan kekecewaan mereka dengan mengancam menutup akses jalan menuju Waduk Manggar.

Ancaman itu mencuat dalam pertemuan warga dengan Anggota DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km 10, belum lama ini.

Warga menilai persoalan air bersih di wilayah mereka sudah begitu lama diabaikan.

Aneka usulan pembangunan jaringan distribusi tak kunjung terealisasi, meski kebutuhan air bersih menjadi hal mendasar.

Ironisnya, sejumlah warga mengaku sudah tinggal hingga 10 tahun di sekitar waduk tanpa pernah menikmati layanan air bersih dari jaringan perpipaan.

Ketua RT 18, Karlan, mengungkapkan warga bahkan telah diminta membayar sekitar Rp15 juta untuk pemasangan sambungan pipa.

Namun hingga kini, pekerjaan tersebut tak kunjung dilakukan.

“Sudah diminta biaya, tapi sampai sekarang belum ada pemasangan,” tegasnya.

Hal serupa dialami Effendi, warga yang telah puluhan tahun menetap di kawasan tersebut.

Meski telah tinggal sekitar 60 tahun, ia mengaku belum pernah merasakan layanan air bersih dari PDAM.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di tengah masyarakat hingga memunculkan rencana aksi penutupan akses jalan menuju waduk sebagai bentuk protes.

Menanggapi itu, Syarifuddin Oddang menegaskan persoalan air bersih di Karang Joang harus segera diselesaikan.

“Ini kebutuhan dasar masyarakat. Tidak bisa terus ditunda,” tegasnya.

Ia juga menyoroti banyaknya usulan warga yang belum mendapat tindak lanjut, sehingga memicu menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Pun dihadapkan pada keterbatasan, Oddang mendorong agar pembangunan jaringan tetap dilakukan secara bertahap.

“Kalau belum bisa sekaligus, kerjakan bertahap. Yang penting ada progres,” ujarnya.

Sementara itu, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) melalui bagian distribusi, Yuzak, menyebut keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, terutama untuk pembangunan pipa induk.

“Selama ini pemasangan jaringan juga dibantu oleh Dinas Pekerjaan Umum,” pungkasnya. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025