PENAJAM — Sebanyak 25 siswa SD Negeri 008 Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diduga keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu 12 Februari 2026.
Para siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan itu dilaporkan mengalami keluhan seperti sakit perut, muntah, dan sesak napas beberapa saat setelah mengonsumsi makanan.
Pihak sekolah segera membawa para siswa ke Puskesmas Waru untuk mendapatkan penanganan medis.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan perawatan dan kondisinya dalam pemantauan tenaga kesehatan.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah dan puskesmas. Penanganan medis menjadi prioritas utama agar anak-anak segera tertolong,” ucap Waris, Rabu.
Menurut dia, insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat program MBG sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir tanpa kendala berarti.
“Selama ini program berjalan lancar. Karena itu, kejadian ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi kami. Kami ingin mengetahui secara pasti apa penyebabnya,” kata dia.
Pemkab PPU, lanjut Waris, akan memanggil seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan dan distribusi makanan, termasuk pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ada tidaknya kelalaian dalam proses pengolahan, penyimpanan, maupun distribusi makanan.
“Kami akan panggil semua pihak terkait, termasuk pengelola dapur dan SPPG. Prosesnya harus ditelusuri secara menyeluruh, dari bahan baku sampai makanan disajikan,” tegasnya.
Ia menyebutkan, dugaan awal mengarah pada kemungkinan adanya masalah pada salah satu komponen menu tambahan.
Namun, ia menegaskan hal itu masih bersifat sementara dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
“Memang ada dugaan awal terkait menu tambahan, tetapi ini belum bisa disimpulkan. Kami menunggu hasil evaluasi teknis dan pemeriksaan dari tim terkait,” ucap Waris.
Meski terjadi insiden, Waris memastikan program MBG tetap dilanjutkan karena dinilai penting untuk mendukung pemenuhan gizi siswa.
Namun, pengawasan akan diperketat dan prosedur distribusi makanan akan ditinjau ulang.
“Program ini tetap berjalan karena tujuannya baik untuk anak-anak kita. Tetapi pengawasannya akan kami perkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Waris juga mengakui selama ini dirinya turut melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan MBG, termasuk mengevaluasi kualitas dan porsi makanan yang diberikan kepada siswa.
“Saya biasanya ikut mengontrol, mengecek porsi, kandungan gizi, bahkan meminta dokumentasi sebelum makanan dibagikan. Namun untuk dapur di Waru, saya belum sempat meninjau langsung karena ada agenda dinas di luar daerah,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, Waris menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua siswa yang terdampak. Ia meminta masyarakat menunggu hasil evaluasi resmi dan tidak berspekulasi.
“Kami memohon maaf kepada para orang tua. Pemerintah bertanggung jawab dan akan memastikan evaluasi dilakukan secara menyeluruh demi keamanan dan kesehatan anak-anak,” ujar dia.
Sementara itu pihak puskesmas masih melakukan observasi terhadap para siswa untuk memastikan kondisi mereka stabil sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing. (Afri)











