PENAJAM — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara (PPU) menerima bantuan revitalisasi dari pusat.
Sebanyak 60 sekolah rencananya diperbaiki dan membangun sarana serta prasarana pendidikan, mulai dari ruang kelas hingga fasilitas penunjang lainnya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Ricci, mengatakan program revitalisasi tersebut merupakan bentuk kepercayaan kembali dari kementerian kepada Kabupaten PPU, total anggaran yang diterima mencapai Rp27 miliar.
"Untuk tahun 2026, kita di sektor pendidikan menerima kepercayaan kembali untuk melaksanakan program dari kementerian terkait dengan revitalisasi sekolah," ujar Ricci, Sabtu (10/10/2026).
Dia merincikan, dari 60 sekolah penerima, sebanyak 42 merupakan satuan pendidikan anak usia dini (PAUD), 10 sekolah dasar (SD), dan delapan sekolah menengah pertama (SMP). Sekolah-sekolah tersebut tersebar di empat kecamatan di wilayah PPU.
"Untuk rinciannya saat ini yang sudah berjalan itu di PAUD ada 42 sekolah, kemudian untuk yang di SD ada 10 sekolah, dan SMP ada 8 sekolah," terangnya.
Ricci menjelaskan, anggaran tersebut nantikan akan diperuntukkan untuk rehabilitasi ruang kelas, ruang kantor, perpustakaan, dan toilet.
Sementara pembangunan mencakup ruang kelas, kantor, unit kesehatan sekolah (UKS), toilet, area bermain, serta ruang komputer.
"Jadi, alokasi anggaran yang ditransfer oleh kementerian itu langsung ke rekening sekolah. Jadi masing-masing sekolah yang melaksanakan kegiatannya," ujarnya.
Dikatakan, bantuan tersebut merupakan usulan dari sekolah untuk pembangunan atau perbaikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Usulan tersebut kemudian mendapatkan asistensi dari kementerian sebelum pelaksanaan kegiatan.
Walaupun, 60 sekolah saat ini telah masuk dalam program tahun ini, masih ada sejumlah sekolah yang menunggu kepastian bantuan.
Disdikpora PPU mencatat sekitar 20 PAUD, 15 SD, dan tujuh SMP masih berada dalam daftar tunggu.
Bahkan, jumlah penerima masih berpotensi bertambah seiring pelaksanaan program secara bertahap.
"Kalau dari kementerian, sesuai dengan petunjuk teknisnya, di bulan Desember sudah harus selesai semua," tutupnya. (Adv)











