Payload Logo
Istri korban penikaman Gunung Bugis

Liza Ayu, istri almarhum Wahyu, saat menyampaikan harapannya agar kasus penikaman di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat, diusut tuntas dan seluruh pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku, senin (19/01).( dok : han/kk)


Saksi Ungkap Detik-Detik Penikaman di Gunung Bugis Balikpapan, Korban Dikejar Saat Melarikan Diri

Penulis: Han | Editor:
19 Januari 2026

Balikpapan — Peristiwa penikaman yang menewaskan seorang pria bernama Wahyu terjadi di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat. Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh rekan korban, Febriansyah, yang saat itu menemani Wahyu untuk menyelesaikan persoalan secara damai.

Febriansyah mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti permasalahan yang dihadapi korban. Ia hanya diminta untuk menemani Wahyu bertemu seseorang di kawasan Gunung Bugis.

“Saya hanya menemani Ka Wahyu. Tujuannya untuk berdamai, tapi saya tidak tahu masalahnya apa,” kata Febriansyah saat dimintai keterangan, Senin (19/1/2026).

Setibanya di Gunung Bugis, Wahyu bertemu dengan seorang pria bernama Cude. Febriansyah tidak mengetahui isi pembicaraan antara keduanya. Situasi yang awalnya tampak biasa mendadak berubah tegang ketika Cude diduga mengeluarkan perintah kepada orang lain.

"Saya dengar Cude bilang, ‘urus Madi, urus itu Wahyu,’” ujar Febriansyah.

Tak lama berselang, seorang pria bernama Madi meninggalkan lokasi dan kembali sambil membawa senjata tajam. Melihat kondisi tersebut, Wahyu berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri dari tempat kejadian.

“Ka Wahyu langsung lari, tapi Madi mengejar dan langsung menikamnya. Saya melihat langsung penikaman itu,” ungkap Febriansyah.

Dilanda kepanikan, Febriansyah memilih melarikan diri karena khawatir keselamatannya terancam. Ia mengaku nyaris menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Saya lari karena takut. Saya juga hampir diserang oleh orang-orangnya Cude,” katanya.

Sementara itu, Liza Ayu, istri korban, mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh. Ia menyatakan tidak bisa menerima kematian suaminya akibat aksi kekerasan.

“Saya tidak terima suami saya dikeroyok dan ditikam sampai meninggal,” ujarnya. Liza juga menyampaikan dugaan adanya pihak yang berperan sebagai otak di balik kejadian tersebut.

“Informasi yang saya dapat, ada pihak yang mendalangi, yakni Cude, yang dikenal sebagai bandar narkoba,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat diproses sesuai ketentuan hukum. Liza menekankan bahwa keadilan sangat penting bagi dirinya dan anaknya yang kini berusia 3 tahun.

“Anak saya masih sangat kecil dan membutuhkan sosok ayah. Saya hanya ingin keadilan ditegakkan,” ucapnya.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara detail kronologi kejadian serta peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam kasus penikaman tersebut.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025