SAMARINDA — Polresta Samarinda melakukan evakuasi pemakaman terhadap jenazah terlantar di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) pada Selasa 12 Agustus 2025.
Jenazah seorang laki-laki bernama Jainuddin itu diketahui telah berada di ruang mayat AWS selama tiga hari dan tak kunjung dijemput keluarganya.
Sehingga pihak Polresta Samarinda mengambil inisiatif untuk melakukan pemakaman.
Proses pemakaman sempat terhambat oleh biaya. Karena Dinas Sosial Samarinda tak lagi punya anggaran untuk mengurus jenazah yang terlantar.
"Saya sudah menghubungi pihak dinas sosial Samarinda, katanya tak ada dana lagi urus jenasah terlantar," tulis Aiptu Harry Cahyadi kepada Katakaltim, Rabu (13/2025).
Meski begitu, jenazah telah dimakamkan di pemakaman Serayu Tanah Merah menggunakan dana dari hasil urunan masyarakat Samarinda, yang tergabung dalam salah satu group WhatsApp berkat inisiatif Harry Cahyadi.
"Dana terkumpul dari hamba Allah dan keanggotaan yayasan wadah informasi Samarinda," kata Harry.
Aiptu Harry selaku anggota unit inafis satuan reskrim Polresta Samarinda menghimbau masyarakat yang mengenali identitas jenazah agar menyampaikan informasi ini kepada pihak keluarga.
"Agar disampaikan kepada pihak keluarga yang merasa punya saudara dan keluarga yang merantau di Samarinda untuk mencari pekerjaan, dengan identitas Jainudin bin Budal telah meninggal dunia karena sakit," jelas Harry.
Prosesi pemakaman yang berlangsung di tengah gerimis hujan itu dipimpin Aiptu Harry Cahyadi berserta anggota mitra inafis, tim perpakim makam Serayu, tim fardukifayah kamar mayat RSUD AWS, PMI, serta Dinsos Samarinda.
Adapun identitas lengkap jenazah adalah Jainuddin, laki-laki. Nama ayah Budal. Ibu Pasriah. Dia beragama Islam. Tempat lahir di Muara Badak pada 15 Bulan 10 tahun 1972. Usia 52 tahun. Alamat lengkap di Samarinda Jalan Lumba-lumba, RT 016, Kelurahan Selili, Kecemasan Samarinda Ilir. (*)











