Payload Logo
PDIP Bontang

Bendahara PDIP Bontang, Maming (kiri). Sekretaris PDIP Kaltim, Ananada Emira Moeis (tengah). Dan Ketua PDIP Bontang, Joni Alla Padang (kanan) (dok: kolase/Agung/katakaltim)

Pimpinan DPRD Bontang dari PDI Perjuangan Bakal Berganti?

Penulis: Agung | Editor:
7 Maret 2026

BONTANG — Kepemimpinan DPC PDI Perjuangan Bontang telah berganti. Joni Alla Padang berhasil menduduki posisi Ketua DPC masa jabat 2025-2030.

Joni Alla Padang sudah dilantik saat Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan Kaltim pada Senin 8 Desember 2025 lalu.

Pusat menetapkan juga Winardi sebagai Sekretaris dan Maming duduk di posisi Bendahara PDI Perjuangan Bontang.

Diskusi kepemimpinan di DPRD Bontang pun semakin hangat. Apakah otomatis Maming—sebagai Wakil Ketua DPRD Bontang—akan digantikan oleh Joni Alla Padang.

Menjawab pertanyaan tersebut, Sekretaris PDI Perjuangan Kaltim, Ananada Emira Moeis, mengatakan tidak tau pasti ada yang seperti itu.

Bontang

Agenda musyawarah anak cabang PDI Perjuangan Bontang (dok: Agung/katakaltim)

Dia mengaku bukan ranahnya memberikan keterangan. Biarlah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang memutuskan.

“Wah kalau itu bukan ranah saya untuk menjawab. Karena itu keputusannya ada di tangan Ibu Ketua Umum dan DPP Partai. Jadi, ya kita lihat aja (nanti), bukan ranah kami,” ucap Ananda kepada awak media di Kota Bontang, Selasa 3 Maret 3026.

Ditanya lagi ihwal aturan yang ada di internal PDI Perjuangan, apakah otomatis pergantian Ketua DPC akan menggantikan kader pimpinan di DPRD, Ananda kembali melontar jawaban yang sama.

“Eeh, itu kami mengikuti. Karena kan keputusan unsur pimpinan dulu. Habis itu kita konferda lalu Konfercab,” tukasnya.

PDIP Bontang Target 5 Kursi

PDI Perjuangan Bontang makin percaya diri untuk menarget 5 kursi dalam pemilihan legislatif (pileg) mendatang. Saat ini baru 3 berhasil diduduki di Sekambing.

“Target Bontang lima. Itu sesuai target mereka (PDI Perjuangan Bontang),” ucap Ananda.

Ia menyampaikan partai amat berterima kasih ke semua kader PDIP di Bontang yang gigih dan mampu menambah kursi di Pileg sebelumnya, tahun 2024.

Dirinya berharap di 2029 semua kader bekerja maksimal. Gotong royong. Dan tentu saja sebagaimana prinsip PDIP, bersama rakyat.

“Harus riang gembira bersama rakyat, menangis dan tertawa bersama rakyat. Kita bisa menghasilkan kursi yang lebih banyak lagi. Untuk rakyat!,” tegas dia.

Rapatkan Barisan!

Ananda mengaku PDI Perjuangan sampai sekarang adalah partai penyeimbang. Dan Partai berlambang kepala banteng itu tengah melakukan konsolidasi.

PDIP juga melaksanakan penjaringan-penjaringan musyawarah anak cabang (Musancab). Musancab ini untuk penjaringan ketua-ketua pengurus anak cabang di tingkat kecamatan.

“Jadi fokusnya PDIP salah satunya terkait persiapan internal ini konsolidasi kepengurusan sampai di tingkat anak ranting,” tuturnya.

Di sisi internal PDIP sedang persiapan struktur pengurus. Tapi untuk eksternalnya, kata Ananda, sesuai hasil Rakernas di Januari 2026.

“Nah Ibu ketua umum (Megawati) menyampaikan bahwa kita harus fokus kerja-kerja kerakyatan. Jangan hanya melulu bicara soal pemenangan-pemenangan dan pemenangan,” ucapnya.

Kata dia, Megawati meminta seluruh kader bicara soal kerja kerakyatan. Harus turun langsung dengar apa kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Misalnya di Bontang. Apa yang dibutuhkan? Dengarkan! Sampaikan ke kami di tingkat DPD, lalu ke DPP,” tandasnya.

Kontrol Program Pemerintah

Di samping itu Ketua DPC PDI Perjuangan Bontang, Joni Alla Padang, mengatakan tidak untuk menomorsatukan jabatan. Tapi tanggung jawab.

“Posisi saat ini bukan sebuah jabatan semata untuk saya, tapi tanggung jawab perjuangan di Kota Bontang,” tegasnya.

Dia mengatakan dengan target 5 kursi di Bontang, tentunya adalah kerja politik yang cukup berat. Maka sekarang yang pertama mereka lakukan adalah konsolidasi politik internal.

Dan tak kalah penting, tampil sebagaimana partai penyeimbang. Menempatkan diri dalam posisi pengontrol program.

Ketika program itu benar-benar berpihak kepada rakyat, Joni mengaku akan mengkritiknya habis-habisan.

“Kalau ada program yang bahkan kemudian menyedot anggaran besar, dan itu tidak berpihak pada rakyat, maka kami hadir untuk bersuara,” tegasnya. (Agung)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025