Payload Logo
Unhas

Tim Mahakarya dari UKM KPI Universitas Hasanuddin resmi menggelar kegiatan sosialisasi awal Program AKKASENG (Dok: Afika/katakaltim)

Tim Mahakarya UKM KPI Unhas Turun ke Desa, Ajak KWT Bone Berdayakan Potensi Cabai dan Selada

Penulis: Afika | Editor: Hilman
3 Juli 2026

SULSEL — Tim Mahakarya dari UKM KPI Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menggelar kegiatan sosialisasi awal Program AKKASENG (Optimalisasi Potensi Lokal melalui Diferensiasi Komoditas Cabai dan Selada) di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (29/6/2026).

Kegiatan itu disambut hangat Kepala Desa dan Camat Barebbo, sekaligus menandai dimulainya tahap pertama program pengabdian masyarakat UKM KPI Unhas untuk tahun 2026.

Sosialisasi ini menargetkan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Kajaolaliddong sebagai kelompok sasaran utama. Pemilihan KWT sebagai mitra strategis bukan tanpa alasan.

Para wanita tani di desa ini memiliki peran signifikan dalam pengelolaan hasil pertanian lokal, namun selama ini masih menghadapi keterbatasan dalam hal akses pengetahuan teknis, pengolahan pascapanen, dan pemasaran produk pertanian.

Ketua Tim Mahakarya UKM KPI Unhas mengungkapkan bahwa Program AKKASENG dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata yang dihadapi masyarakat petani, khususnya kaum wanita tani.

“Kami ingin hadir bukan sekadar memberi teori, tetapi benar-benar mendampingi ibu-ibu KWT agar mereka lebih mandiri dan berdaya dalam mengelola hasil tani mereka," ucap Muhammad Akbar.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, tim memaparkan gambaran umum Program AKKASENG yang mencakup tiga pilar utama.

Antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani, penguatan teknologi pengolahan hasil pertanian sederhana, serta pembinaan jaringan pemasaran berbasis komunitas.

Para peserta dari KWT desa setempat menyambut antusias agenda tersebut dan aktif berdiskusi mengenai permasalahan yang mereka hadapi di lapangan.

Kepala Desa Kajaolaliddong turut hadir memberikan sambutan dan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa Unhas ini.

Kata dia, kehadiran tim dari kampus merupakan angin segar bagi masyarakat desa, khususnya dalam mendorong pemberdayaan kelompok wanita tani di desa tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Yunus juga menyampaikan pesan penting terkait kondisi petani di desanya.

Menurutnya, para petani sebenarnya memiliki potensi yang besar, namun masih membutuhkan pendampingan yang tepat.

Ia menegaskan petani bukan tidak mampu, melainkan belum sepenuhnya memahami konsep dan strategi yang dapat meningkatkan produktivitas mereka.

Program AKKASENG dijadwalkan berlangsung selama beberapa bulan ke depan dengan serangkaian kegiatan lanjutan, termasuk pelatihan praktis, pendampingan teknis, hingga pengembangan produk bersama Kelompok Wanita Tani.

Dengan dimulainya program ini, harapan akan perubahan tidak lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi langkah nyata menuju kemandirian masyarakat desa. (Afika)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025