Payload Logo
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman (dok:caca/katakaltim)

Tindak Lanjuti Arahan Prabowo, Bupati Kutim Sampaikan Potensi Industri Sawit

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agu
10 Februari 2026

KUTIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sedang menindaklanjuti sejumlah arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut pihaknya sudah melakukan kajian untuk memastikan program nasional dapat diadopsi sesuai kebutuhan daerah.

Politisi PKS Itu mengatakan salah satu arahan presiden yang kini diperdalam pemerintah daerah adalah program gentengisasi.

Ia menilai program tersebut relevan dengan kondisi di Kalimantan yang juga memiliki bahan bangunan berupa sirap.

“Yang pertama kali saya panggil itu kepala dinas terkait sehubungan program seribu rumah layak huni. Mudah-mudahan ini sudah bisa kita gunakan,” ucapnya, Senin 9 Februari 2026.

Selain itu, isu bencana hidrometeorologi juga menjadi perhatian. Kutim diminta tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem sesuai peringatan BMKG.

“Masing-masing daerah harus memikirkan mitigasi, bagaimana keluar dari itu,” tegas Ardiansyah.

Ia menambahkan persoalan sosial seperti stunting, kemiskinan, dan kesehatan tetap menjadi prioritas daerah.

Program pemerintah pusat seperti BPJS juga akan terus menjadi andalan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Program-program strategis terkait dengan sosial, kemanusiaan, kesehatan, ini keniscayaan bagi semua daerah,” katanya.

Lebih lanjut Ardiansyah menyoroti arahan Presiden Prabowo terkait besarnya potensi industri sawit Indonesia.

Menurutnya, arahan tersebut sejalan dengan visi Kutim yang merupakan daerah penghasil sawit terbesar di Kalimantan Timur.

“Sawit itu jangan hanya dihubungkan dengan minyak goreng. Sawit solusi untuk biodiesel, kosmetik, kesehatan. Ada 100 turunan sawit. Kalau ini jadi komoditas utama, masa depan kita sangat baik,” jelasnya.

Ardiansyah bahkan mengaku menjadi orang pertama yang bertepuk tangan ketika presiden menyampaikan potensi sawit nasional.

Sebab, Kutim telah lama menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Meloy sebagai pusat industri pengolahan sawit.

“Kita menunggu kunjungan gubernur untuk evaluasi. Ketua KEK itu gubernur, jadi kita tunggu arahan selanjutnya,” tambahnya.

Menurut Ardiansyah, masih banyak arahan lain dalam Rakornas yang perlu ditindaklanjuti.

Namun, ia memastikan Pemkab Kutim sudah berada di jalur yang tepat untuk menyelaraskan program pusat dengan agenda pembangunan daerah. (Cca)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025