Payload Logo
Kaltim

Forum Konsultasi Daerah percepatan transformasi ekonomi Kaltim, Selasa 20 Januari 2026 (dok: Pemprovkaltim)

Upaya Beralih Menuju Ekonomi Hijau, Motor Listrik Buka Harapan Baru Warga Kaltim

Penulis: Deni | Editor: Agu
20 Januari 2026

KALTIM — Upaya Kalimantan Timur (Kaltim) beralih dari daerah berbasis sektor tambang menuju ekonomi hijau mulai menunjukkan arah yang menjanjikan.

Kehadiran kendaraan listrik roda dua atau electric two wheelers (E2W) diproyeksikan jadi salah satu motor penggerak baru perekonomian daerah, sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Berdasarkan data 2024, jumlah sepeda motor di Kaltim mencapai 3,2 juta unit dan diperkirakan terus meningkat hingga 3,8 juta unit pada 2030.

Kondisi ini membuka peluang besar bagi pengembangan motor listrik, baik dari sisi penghematan biaya transportasi, penurunan emisi, hingga penciptaan lapangan kerja baru.

Pembina Industri Ahli Muda Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, M. Entje Adhar Affan, menyebut transformasi ekonomi daerah bisa dipercepat melalui pengembangan industri kendaraan listrik.

“Transformasi ekonomi dapat terwujud melalui pengembangan industri kendaraan listrik,” ucapnya saat menjadi narasumber Forum Konsultasi Daerah percepatan transformasi ekonomi Kaltim, di Hotel Mercure Samarinda, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, posisi Kaltim sangat strategis untuk dikembangkan sebagai pusat manufaktur dan distribusi motor listrik di kawasan Indonesia Timur.

Selain berada di jalur logistik utama, Kaltim juga memiliki potensi industri pendukung, termasuk pengolahan mineral nikel yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik.

Saat ini, fasilitas smelter di Kaltim dinilai berpeluang dikembangkan tidak saja sebagai penyedia bahan baku, tapi juga mendukung industri daur ulang baterai motor listrik.

Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus membuka sektor usaha baru.

“Dari sisi industri, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan target penggunaan 100 persen kendaraan listrik membuka pasar yang sangat besar bagi pelaku usaha lokal. Mulai dari perakitan motor dan baterai, bengkel khusus motor listrik, hingga layanan distribusi dan purna jual,” ujar Affan.

Penggunaan kendaraan listrik di kawasan IKN menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan emisi karbon dari kendaraan berbahan bakar fosil.

Dalam rencana induk pembangunan IKN, pemerintah telah menetapkan berbagai ketentuan guna memastikan ibu kota baru mampu mencapai target pengurangan emisi.

Keseriusan pemerintah membangun IKN sebagai forest city yang cerdas, hijau, indah, dan ramah lingkungan tercermin dari kebijakan transportasi yang diterapkan.

Seluruh mobilitas di kawasan IKN ke depan direncanakan menggunakan moda transportasi

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025