KATAKALTIM — Rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan publik setelah muncul penamaan tak lazim di Google Maps dengan sebutan “Tembok Ratapan Solo”.
Di titik lokasi rumah pribadi Jokowi, tercantum label “Tembok Ratapan Solo”, tepat di alamat Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
Penamaan “Tembok Ratapan Solo” itu pertama kali diketahui publik melalui tangkapan layar dan penelusuran di Google Maps.
Awal Mula Dinamai Tembok Ratapan Solo
Dalam sistem Google Maps, penamaan suatu lokasi bisa dilakukan oleh pengguna melalui fitur kontribusi publik.
Olehnya, label sebuah tempat bisa muncul dan berubah sewaktu-waktu bergantung pada proses verifikasi dan kebijakan platform.
Hingga kini belum ada keterangan resmi ihwal siapakah pihak yang pertama menambahkan nama tersebut maupun maksud di balik penamaan Tembok Ratapan Solo.
Istilah tersebut mencuat setelah sejumlah video aktivitas warga di depan rumah Jokowi beredar di Medos.
Salah satu rekaman memperlihatkan seorang pria berdiri di depan gerbang sambil memegang tembok, seolah-olah sedang meratap.
Video itu kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram Indopium dan menjadi bahan perbincangan netizen.
Selain itu, beredar pula video lain yang menunjukkan sekelompok orang duduk bersila dan melakukan tahlilan di depan rumah Jokowi.
Rekaman tersebut diunggah akun X milik kader PKB, Umar Hasibuan, pada Jumat 13 Februari 2026.
"Astagfirullah. Makin aneh sj org2 yg dukung jkw ini. Tahlilan utk apa? Dan knp dilakukan dijalan rmh jkw? Ada apa dgn mrk ini?," ujar Umar dalam postingannya, dinukil dari TVone.
Beragam unggahan tersebut memicu diskusi panas di medsos dan diduga turut mempercepat viralnya label “Tembok Ratapan Solo”.
Sering Dikunjungi Warga dan Pejabat
Rumah Jokowi di Solo memang sejak lama dikenal sering dikunjungi masyarakat.
Sejak masih menjabat Presiden periode 2014–2024, kediaman itu sering didatangi warga dari berbagai daerah yang ingin berfoto atau sekadar melihat langsung rumah mantan kepala negara.
Usai purnatugas dan kembali menetap di Solo pada Oktober 2024, jumlah kunjungan disebut makin meningkat.
Tak hanya warga biasa, sejumlah menteri, pejabat negara, hingga politikus juga beberapa kali terlihat bersilaturahmi ke rumah tersebut.
Sebagian warga bahkan menyebut kediaman itu sebagai salah satu “destinasi” populer di Solo.
Dalam beberapa kesempatan, jika memiliki waktu luang, Jokowi juga menemui warga yang datang.
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengaku telah mengetahui munculnya nama unik tersebut di Google Maps.
Namun, ia belum dapat memastikan apakah Jokowi sendiri sudah mengetahui penamaan itu atau belum.
Meski label “Tembok Ratapan Solo” ramai diperbincangkan, lokasi yang dimaksud tetap merujuk pada rumah pribadi Jokowi di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, yang belakangan kembali menjadi perhatian publik. (Agung)










