Payload Logo
-32420251125184521063.jpg

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (kiri) dan Legislator Kota Bontang, Muhammad Sahib (kanan). (Dok: Agu/katakaltim)

Wakil Wali Kota Bontang Respons Pernyataan DPRD Ihwal Hasil Diskusi Musrenbang yang Tidak Terlaksana

Penulis: Agu | Editor:
8 Juli 2025

BONTANG — Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menanggapi keluhan legislator Bontang ihwal sebagian usulan masyarakat sampai sekarang belum juga terpenuhi.

Agus Haris menyatakan bahwa tidak terpenuhinya usulan warga yang keluar dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), bukan lah kesengajaan.

Sebab hasil Musrenbang, baik tingkat kelurahan, kecamatan, ataupun kota, pasti masuk dalam pembahasan.

Pun demikian, tidak setiap usulan tersebut dapat diwujudkan. Alasannya, perlu juga melihat kemampuan keuangan.

“Harus juga melihat kemampuan keuangan. Misalnya belanja modal Rp 1 triliun, sementara hasil Musrenbang terdapat usulan yang mencapai Rp5 triliun. Berarti, ada Rp4 triliun yang belum bisa direalisasikan,” ucap Agus Haris mengutip Bontangpost, Selasa 8 Juli 2025.

Ihwal dana aspirasi anggota DPRD, pasti direalisasikan. Dengan catatan, tambah Agus Haris, kegiatan yang diusulkan sejalan dengan rencana kerja OPD terkait.

“Pasti itu (terealisasi-red),” jelasnya.

Lebih jauh, politisi Gerindra itu mengaku sadar akan kegelisahan para Wakil Rakyat. Apalagi Agus Haris sudah banyak kali menduduki kursi di dewan Bontang.

Diberitakan sebelumnya, Politisi NasDem, Muhammad Sahib, merasa malu di hadapan warga.

Apalagi saat reses, alih-alih menagih janji untuk tahun ini, warga lebih banyak mengeluhkan usulan-usulan tahun sebelumnya yang sampai kini belum terlaksana.

Bahkan, kata Ibe—sapaan akrabnya—mengaku pihaknya mengetahui ada sekitar 50 persen hasil diskusi dalam Musrenbang tidak terwujud.

“Kalau saya mau menilai, hampir 50 persen yang tidak tercapai,” kata Ibe.

Ibe menambahkan, penilaian tersebut berdasarkan laporan lurah maupun camat.

Bahkan, bukan saja hasil Musrenbang yang baru-baru ini digelar, musyawarah 3 sampai 4 tahun belakangan masih banyak yang belum terlaksana hingga sekarang.

Tentu saja, masih kata Ibe, situasi tersebut berdampak kepada dewan tatkala mereka turun langsung ke lapangan melakukan reses menyerap aspirasi warga.

"Kami di dewan saat melakukan reses, kena dampak malunya. Karena pada saat kita mengumpulkan masyarakat meminta aspirasi dari bawah, jawaban mereka yang dulu-dulu aja belum pernah terlaksana," ujarnya.

"Contohnya seperti apa? Mereka bilang ini parit depan rumah saya sudah 3 kali di Musrenbang-kan tidak masuk-masuk," tambahnya. (*)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025