BONTANG - Pemerintah Kota Bontang mengkui tahun 2027 menjadi periode yang penuh tantangan.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menyebut, tahun 2027 keuangan daerah mengalami penurunan, sementara kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pembangunan semakin meningkat.
"Kita masih harus menjaga mutu pendidikan dan kesehatan. Kita harus memperbaiki jalan dan drainase, menangani banjir, menyediakan air minum dan sanitasi, memperkuat UMKM, menciptakan kesempatan kerja, serta menjaga lingkungan dan ketertiban kota," jelas Agus Haris membacakan sambutan Wali Kota Bontang pada Rapat Parupurna penandatanganan nota kesepakatan KUA PPAS Kota Bontang tahun 2027, Selasa 4 Agustus 2026.
Pendapatan Kota Bontang di 2027 sebesar Rp1,95 triliun. Turun signifikan sebesar 31,39 persen ketimbang realisasi pendapatan 2025.
Karena itu, Agus menyebut kondisi ini memaksa pemerintah harus mengambil keputusan yang jujur.
Pemerintah memilih memfokuskan anggaran pada program-program yang dinilai paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
"Kita tidak mungkin mengerjakan semuanya sekaligus. Oleh sebab itu, tema pembangunan Kota Bontang Tahun 2027 ditetapkan sebagai, Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia, Ekonomi Kerakyatan, dan Infrastruktur yang Mendukung Investas," ungkapnya.
Dengan kata lain, kata Agus Haris, pembangunan Tahun 2027 tidak hanya berbicara mengenai bangunan fisik.
Namun juga pembangunan Kota Bontang akan diarahkan pada pembangunan kualitas manusia, kesempatan bekerja, serta kemudahan berusaha, pelayanan publik, dan kehidupan masyarakat yang lebih layak. (Adv)














