BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memproyeksi pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 2,01 hingga 3,35 persen di tahun 2027.
Proyeksi tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Agus Haris saat membacakan sambutan Wali Kota Bontang dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang mengenai kesepakatan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, Selasa 4 Agustus 2026.
"Pertumbuhan ekonomi Kota Bontang Tahun 2027 ditargetkan berada pada kisaran 2,01 sampai dengan 3,35 persen. Tingkat kemiskinan ditargetkan berada pada kisaran 2,88 sampai dengan 3,15 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka ditargetkan berada pada kisaran 5,50 sampai dengan 6,00 persen," kata Agus Haris.
Target pertumbuhan ekonomi ini meningkat dari tahun 2025 dan 2024 lalu. Perekonomian Bontang pada 2025 tumbuh positif setelah mengalami kontraksi pada tahun 2024.
Berdasarkan hasil rilis terbaru badan pusat statistik (BPS) Kota Bontang, ekonomi Kota Bontang tahun 2025 sebesar 3,21 persen. Sementara pada 2024 sebesar 2,15 persen.
Jangan Hanya Angka
Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan, tugas pemerintah menginginkan agar pertumbuhan ekonomi Kota Bontang tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi terasa dalam
kehidupan sehari-hari masyarakat
"Pertumbuhan itu juga harus membuka kesempatan kerja, membantu usaha masyarakat berkembang, dan mengurangi kesenjangan," jelasnya.
Politisi Gerindra itu bilang, bahwa industri besar tetap menjadi bagian penting. Tapi, pemerintah ingin memperluas sumber pertumbuhan melalui perdagangan dan jasa, UMKM, koperasi, pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian perkotaan, ketahanan pangan, perikanan, serta sektor-sektor lain yang dapat melibatkan lebih banyak masyarakat.
Karena itu tema pembangunan Kota Bontang Tahun 2027 ditetapkan sebagai “Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia, Ekonomi Kerakyatan, dan Infrastruktur yang Mendukung Investasi.”
"Tema ini memberikan arah yang jelas. Kita ingin masyarakat Bontang semakin sehat, semakin terampil, dan semakin mampu bersaing. Kita ingin UMKM, koperasi, pedagang, nelayan, pembudidaya ikan, tenaga kerja, dan pelaku ekonomi lokal memperoleh kesempatan yang lebih luas," tandasnya. (Adv)














