Payload Logo
PLN

Adrian Sitompul, Manajer PT PLN (Persero) UP3 Samarinda (Dok: Deni/katakaltim)

2 PLTU Rusak Serentak, Pemadaman Bergilir di Kaltim Diperkirakan Berakhir Juli

Penulis: Deni Rahman | Editor: Agung
1 Juli 2026

KALTIM — Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) masih berlangsung.

Pemerintah Provinsi Kaltim mengungkapkan pemadaman ini dipicu oleh gangguan pada dua pembangkit listrik utama yang mengalami kerusakan secara bersamaan.

Proses perbaikan intensif diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan, dengan target rampung total pada Juli 2026.

Seno Aji

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji mengatakan, Pemprov telah berkoordinasi dengan manajemen PLN untuk membahas gangguan kelistrikan yang tengah dikeluhkan masyarakat.

Dari hasil pertemuan tersebut, diketahui dua pembangkit listrik yaitu PLTU Handil dan PLTU Tanjung Batu mengalami gangguan.

"Kami sudah bertemu dengan GM PLN. Memang dibutuhkan waktu sebulan untuk memperbaiki dua PLTU itu, PLTU Handil dan PLTU di Tanjung Batu," ucap Seno pada Awak media, Senin, (29/6/2026).

Seno menegaskan gangguan kelistrikan saat ini sama sekali tidak berkaitan dengan penciutan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan maupun pasokan batu bara ke pembangkit.

"Kalau RKAB enggak. Karena DMO tetap. Kemudian yang bermasalah itu adalah dua PLTU ini rusak dalam waktu bersamaan," jelasnya.

Ia menjamin bahwa pasokan bahan baku energi untuk pembangkit di Kaltim masih aman. “Untuk kondisi pasokan batu bara masih aman. Untuk PLTU masih aman," katanya.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Manajer PT PLN (Persero) UP3 Samarinda, Adrian Situmpol.

Ia mengungkapkan pemadaman bergilir terpaksa dilakukan demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan selama proses pemulihan.

"Penyebab utamanya itu kan sama-sama kita sudah baca juga ya, terganggunya pembangkit kita. Kita saat ini sedang melakukan perbaikan, kita estimasikan akan berakhir di Juli," tuturnya.

Adrian menegaskan gangguan ini murni masalah teknis dan tidak berkaitan dengan kondisi finansial PLN ataupun kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

"Alhamdulillah tidak, Pak. Semoga tidak, karena Kaltim juga insyaallah aman," ucapnya.

Meskipun demikian, Adrian mengakui pihaknya belum bisa merinci secara detail kerusakan mekanis yang terjadi pada kedua pembangkit tersebut, mengingat ranah tugasnya yang berfokus pada pelayanan.

"Saya hanya bisa bilang ini ada gangguan di pembangkit. Tapi kalau gangguannya apakah mesinnya, apakah boilernya atau seperti apa, kami kurang tahu juga," jelas Adrian.

Akibat kerusakan di dua titik hulu tersebut, wilayah yang masuk dalam sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan terkena imbasnya secara luas.

Wilayah terdapak sistem interkoneksi antara lain; Berau, Tanjung Selor, Bontang, Samarinda, Balikpapan.

Sebagai langkah antisipasi dan solusi jangka pendek selama masa perbaikan, PLN saat ini telah mengerahkan seluruh infrastruktur cadangan yang dimiliki.

"Bahkan PLTD-PLTD pun sudah kita operasikan semua. Semua pembangkit sekecil apa pun kita operasikan,” pungkas Adrian. (Deni)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025