BONTANG — Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengajak organisasi kepemudaan di Kota Bontang untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung program pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Optimalisasi Peran Ketua Organisasi dalam Mendukung Program Pemerintah Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Pemuda Kantor Dispopar Bontang, Jalan A Yani, Bontang Selatan, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) itu diikuti sekitar 30 ketua organisasi kepemudaan se-Kota Bontang dan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (15/4/2026).
Selain membuka acara, Agus Haris juga hadir sebagai narasumber dalam sesi talkshow bersama Kepala Dispopar Bontang, Eko Marsudi.
Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.
Menurutnya, organisasi kepemudaan harus mampu menjadi wadah lahirnya ide, kreativitas, dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menyebut keberhasilan program pembangunan daerah, termasuk semangat “Berbenah” yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Bontang, memerlukan dukungan penuh dari generasi muda.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton. Organisasi harus hadir membawa solusi, gagasan, dan kontribusi nyata untuk membantu pemerintah membangun daerah,” ujarnya.
Agus Haris juga mendorong para pemuda untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat kolaborasi antarlembaga kepemudaan.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan generasi muda yang adaptif dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Ia berharap organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus tempat mencetak pemimpin masa depan yang memiliki kepedulian terhadap daerah.
Sementara itu, Kepala Dispopar Bontang Eko Marsudi mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan agar program pembangunan berjalan selaras.
Menurutnya, jumlah pemuda di Kota Bontang yang mencapai lebih dari separuh total penduduk merupakan potensi besar yang harus dikelola dengan baik.
Karena itu, peran organisasi kepemudaan dinilai sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Kami ingin organisasi pemuda bisa lebih aktif dan terlibat langsung dalam mendukung program pemerintah. Dari kegiatan ini kami berharap muncul berbagai gagasan kreatif untuk kemajuan Kota Bontang,” katanya.
Eko juga menyoroti capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kota Bontang yang masih berada di bawah rata-rata provinsi.
Hal itu, kata dia, menjadi tantangan bersama agar organisasi kepemudaan dapat berkontribusi meningkatkan kualitas pembangunan pemuda di daerah.
Selain penyampaian materi dan talkshow, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan terkait berbagai isu pembangunan, kepemimpinan, hingga kesiapan generasi muda menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Bontang berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat dengan kalangan pemuda sehingga tercipta generasi yang kreatif, kompetitif, dan mampu menjadi penggerak pembangunan daerah. (Adv)














