Dibaca
519
kali
Banjir di Kota Bontang pada Kamis 7 November 2024 (aset: agu/katakaltim)

Air Meluap Lagi dan Masuk ke Rumah, Warga Keluhkan Lumpur Menebal Pasca Banjir

Penulis : Agu
7 November 2024
Font +
Font -

BONTANG — Genangan air kembali memasuki rumah warga di Kelurahan Api-api, Kota Bontang, Kamis (7/11/2024) malam. Di lokasi setidaknya tinggi air hampir menyentuh lutut orang dewasa.

Salah satu warga RT 29 Kelurahan Api-api, Fitri, mengatakan air meluap sudah sejak Mahgrib tadi. Beberapa pengendara pun sulit melewati jalan kawasan itu.

Bahkan dalam seminggu ini sudah dua kali. Genangan air yang pertama memasuki rumah dengan tinggi hampir 2 jengkal.

Baca Juga: Calon Wali Kota Bontang Basri Rase bersama Calon Wakil Wali Kota Bontang Chusnul Dhihin saat konferensi pers pasca debat perdana Pilkada Bontang (aset: agu/katakaltim.com)Luar Biasa! Belum Genap 4 Tahun, Basri Rase Sudah Tangani Banjir Sampai 68 Persen

“Ini yang kemarin segini (hampir menyentuh jendela). Cape’ kita bersihkan,” ucapnya kepada katakaltim sembari menunjukkan bekas batasan air yang memasuki rumahnya dan memperlihatkan air yang perlahan kembali masuk.

Baca Juga: Pers rilis Polres Bontang terkait penangkapan pengedar narkoba di kawasan Lok Tuan (aset: humas Polres Bontang)Polres Bontang Gercep Bekuk Pengedar Narkoba, Amankan Ratusan Gram Sabu

Fitri mengatakan untuk membersihkan rumahnya pasca banjir, bisa menghabiskan waktu setengah hari. Karena lumpur yang begitu tebal.

Apalagi banjir harus ditongkrongi. Kenapa, karena jangan sampai lumpurnya kering dan memadat sehingga makin sulit dibersihkan.

“Kalau masuk air itu kan tersisa lumpurnya. Jadi harus kita nunggu dulu. Jangan sampai lumpurnya keras susah dibersihkan. Jadi kita gosok terus selagi masih ada airnya,” keluh Fitri.

Dirinya berharap agar masalah ini diberikan perhatian khusus oleh pemerintah karena berdampak tidak baik pada aktivitas sehari-hari.

“Dari parit ini loh airnya. Lumpurnya kemarin segini (seukuran tinggi jari telunjuk orang dewasa). Kita harap ada pintu air supaya halau airnya nanti,” jelasnya.

Terpantau pukul 22:27 Wita air masih menggenangi kawasan itu. (*)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >