KUBAR — Alsiyus resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) masa bakti 2025-2029.
Penetapan tersebut dilakukan dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkalub) tahun 2026 yang digelar di Hotel Sidodadi, Kelurahan Simpang Raya, Barong Tongkok, Senin 11 Mei 2026.
Musorkalub dibuka secara resmi olah Plt Asisten III Bidang Adminstrasi Umum Setdakab Kubar, Mobilala.
Dalam sambutannya, ia berharap kepengurusan baru KONI Kubar dapat membawa kemajuan dan meningkatkan prestasi olahraga di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Mobilala mendorong jajaran pengurus yang akan memimpin KONI Kubar agar terus meningkatkan semangat belajar dan berorientasi pada prestasi dalam menjalankan organisasi.
Menurutnya, kepemimpinan ke depan harus mampu menghadirkan capaian nyata bagi kemajuan olahraga daerah.
"Ketua terpilih harus fokus pada peningkatan prestasi dan terus belajar demi membawa nama Kutai Barat ke arah yang lebih baik. Kita membutuhkan kepemimpinan uang berorientasi pada hasil," ujarnya.
Ketua KONI Provinsi Kaltim, Rusdiansyah Aras, mengapresiasi jalanya Musorkablub yang berjalan lancar dan kondusif.
Ia menilai proses transisi kepemimpinan di tubuh KONI Kubar telah dipersiapkan dengan baik.
"Kami berharap sinergi antara pengurus KONI Kubar dan KONI Provinsi Kaltim semakin kuat ke depannya," terangnya.
Sementara itu, Alsiyus menegaskan komitmennya untuk bekerja keras dalam memajukan dunia olahraga di Kutai Barat.
Terlebih, Kutai Barat masih berada di peringkat ke-9 dalam capaian prestasi olahraga di Kaltim.
Karena itu, ia memastikan pembinaan olahraga menjadi fokus utama kepengurusannya ke depan.
KONI Kubar juga akan memberikan dukungan kepada setiap cabor agar mampu berkembang dan meraih prestasi di berbagai ajang pertandingan.
"Kutai Barat sekarang di peringkat 9. Mengenai target saya tidak menetapkan target. Tetapi saya berjanji akan berusaha dan bekerja keras untuk memajukan olahraga Kutai Barat," ungkapnya.
Alsiyus menyebut upaya memajukan olahraga bukan perkara mudah. Menurutnya, dibutuhkan kerja keras, waktu dan dukungan dari berbagai pihak.
Untuk itu, ia akan menjalin komunikasi dengan pemerintah dan perusahaan-perusahaan dalam mendukung kemajuan olahraga.
"Perjuangan ini tidak gampang, tentu akan menyita waktu dan kerja keras ke depan. Dukungan pemerintah dan peran serta DPRD harus kuat dalam membangun olahraga Kutai Barat," terangnya.
Alsiyus memastikan anggaran dari pemerintah akan disalurkan secara tepat kepada cabor. KONI hanya berperan sebagai perantara atau pengelola sementara dalam penyaluran dana untuk masing-masing cabor.
"Saya berjanji ke teman-teman cabor, bahwa KONI hanya transit dana saja. Itu uang adalah uang cabor, KONI hanya memanege uang itu sampai ke atlet-atlet," paparnya.
Alsiyus menjelaskan, sebelum atlet bertanding pada Porprov Kaltim 2026 di Paser, pemerintah diharapkan dapat terlebih dahulu mengumumkan besaran bonus bagi peraih medali emas, perak dan perunggu.
Selain itu, ia mendorong DPRD dan pemerintah daerah untuk duduk bersama menyepakati kenaikan bonus atlet melalui regulasi resmi berupa peraturan bupati (perbub).
Dengan adanya kepastian tersebut, diharapkan dapat menjadi pemacu semangat atlet dalam mengejar prestasi pada ajang Porprov Kaltim mendatang.
"Atlet kita ini kan bekerja keras, mewakili Kutai Barat, mengharumkan nama Kutai Barat. Jadi wajar kalau dia mendapatkan reward, karena dia tidak digaji per bulan," pungkasnya. (Jantro)












