KUBAR — Guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kalimantan Agro Sejahtera (KAS Group) menyiapkan sekitar 300 personel di Kalimantan Timur (Kaltim).
Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan agribisnis kelapa sawit itu juga menggunakan 30 drone untuk memantau potensi karhutla.
Head GA KAS Group M.M, Ardi Ranaq mengatakan, ratusan tim inti penanganan karhutla disiapkan untuk wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kesiapan itu didukung peralatan pemadam sesuai regulasi untuk 20 tim inti.
“Untuk pemantauan karhutla, KAS Group menggunakan 30 drone. Sesuai peralatan juga sudah sesuai regulasi,” ujar Rudi di Barong Tongkok, 13 September 2026.
Dijelaskannya, perusahaan rutin melakukan patroli untuk mencegah karhutla di wilayah operasionalnya. Kesiapan alat pemadam dan SDM Damkar juga terus diperkuat.
Peningkatan kapasitas personel dilakukan melalui bimtek bersama Manggala Agni. Sebelumnya, kegiatan digelar di PT KAM salah satu bagian KAS Group yang diikuti 16 personel internal perusahaan.
Selain bimtek, KAS Group bersama Manggala Agni menggelar simulasi kesiapsiagaan tanggap darurat pada 20 Agustus 2026. Kegiatan internal itu diikuti 30 peserta.
Rudi menambahkan, luas perkebunan KAS Group menjadi wilayah pengawasan Karhutla mencapai kurang lebih 70 ribu hektar.
KAS Group terdiri dari lima perusahaan yakni, PT Borneo Citra Persada Jaya, PT Borneo Cotra Persada Mandiri, PT Borneo Citra Persada Abadi, PT Citra Palma Pertiwi dan PT Kalimantan Agro Makmur.
Sementara, Kepala Dapid Maggala Agni Kalimantan XII/Paser, H. M. Faisal mengapresiasi pelaksanaan bintek yang digelar KAS Group bersama Manggala Agni.
Bimtek bertujuan meningkatkan kapasitas personel dalam pengendalian karhutla. Peningkatan kapasitasnya itu diharapkan membuat penanganan karhutla berjalan aman, efektif dan efisien.
“Kegiatan ini sebagai wujud nyata dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang Dalkarhutla,” paparnya. (Jantro)










