KUTIM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah rawan.
BPBD mencatat terjadi kenaikan debit Sungai Sangatta, Kamis 5 Februari 2025, karena itu diimbau warga yang bermukim di bantaran sungai diminta lebih waspada, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dalam durasi panjang.
Salah satu personel BPBD Kutim, Abdu, mengatakan pihaknya telah menurunkan tiga tim untuk melakukan pemantauan di sekitar Sungai Sangatta.
“Saat ini kami sudah menurunkan tiga tim di wilayah sekitar Sungai Sangatta. Kami juga menyiapkan perahu karet dan pelampung sebagai langkah antisipasi jika terjadi luapan air dan evakuasi warga diperlukan,” ujarnya.
Senada, Kepala BPBD Kutim Sulastin, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan pemerintah harus dibarengi dengan kewaspadaan masyarakat.
Ia mengimbau warga menjaga kebersihan saluran air serta segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda potensi bencana.
“Curah hujan saat ini cukup tinggi dan dapat memicu banjir maupun longsor di beberapa wilayah. BPBD sudah menyiagakan personel, peralatan, dan logistik, namun peran serta masyarakat juga sangat penting,” katanya.
Sulastin juga menjelaskan, mitigasi bencana dilakukan melalui empat tahapan, yaitu pencegahan, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan. BPBD bersama unsur terkait akan memfokuskan penanganan pada penyelamatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar jika terjadi bencana.
Sebagai layanan tanggap darurat, BPBD Kutim membuka akses pengaduan dan permintaan bantuan melalui WhatsApp di nomor 0812 5375 4888 dan 0822 5003 4699, serta layanan darurat Kutim Siaga 112 di nomor 0549-112 yang beroperasi 24 jam.
Selain itu, BPBD Kutim juga telah menyiagakan personel, peralatan evakuasi, serta logistik darurat. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kecamatan, desa, Dinas Sosial, Badan SAR, serta tim rescue dari sejumlah perusahaan di Kutai Timur.(*)













