Payload Logo
Bontang

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspiannur. (dok: katakaltim)

Bukan Hanya Kilang, Bisnis Pendukung Industri Jadi Ladang Investasi Baru di Bontang

Penulis: irw | Editor: Syamsuddin
19 Juni 2026

BONTANG – Di balik geliat industri besar yang terus berkembang di Kota Bontang, ada peluang ekonomi lain yang mulai mencuri perhatian. Bukan hanya soal produksi migas, tetapi juga bisnis pendukung industri yang menjadi tulang punggung agar aktivitas industri berjalan aman, lancar, dan efisien.

Sektor jasa penunjang seperti fabrikasi pipa, inspeksi teknis, pemeliharaan fasilitas, hingga penyediaan peralatan keselamatan kerja diproyeksikan memiliki peluang besar untuk tumbuh seiring berkembangnya Kawasan Industri Estate (KIE) Bontang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspiannur, menyebut kebutuhan industri terhadap layanan pendukung menjadi peluang investasi yang tidak kalah menjanjikan.

Menurutnya, keberadaan industri besar akan selalu membutuhkan jaringan usaha pendukung yang mampu menyediakan layanan teknis dengan standar tinggi.

“Industri tidak bisa berjalan sendiri. Ada banyak kebutuhan di belakangnya, mulai dari perawatan, inspeksi, fabrikasi, sampai kebutuhan keselamatan kerja. Ini menjadi peluang bagi investor jasa industri untuk masuk dan berkembang di Bontang,” katanya.

Ia menilai, posisi Bontang sebagai kawasan industri memberikan keuntungan tersendiri bagi pelaku usaha jasa penunjang. Kedekatan dengan lokasi industri membuat layanan lebih cepat, efisien, dan mampu memenuhi kebutuhan perusahaan secara langsung.

Peluang tersebut semakin terbuka seiring adanya ekspansi dan pengembangan sektor migas serta industri pendukung lainnya. Investor tidak hanya dapat membangun bisnis berbasis produksi, tetapi juga masuk ke rantai pasok industri yang memiliki kebutuhan jangka panjang.

“Yang kita dorong adalah bagaimana investasi bisa menciptakan ekosistem. Jadi bukan hanya industri utama yang berkembang, tetapi usaha-usaha pendukung juga ikut tumbuh,” jelasnya.

Karel menambahkan, agar peluang ini dapat dimanfaatkan maksimal, pelaku usaha lokal perlu meningkatkan kemampuan, kualitas tenaga kerja, serta memenuhi standar sertifikasi industri.

Sebab, persaingan di sektor jasa industri tidak hanya soal harga, tetapi juga kemampuan memberikan layanan yang aman, profesional, dan sesuai standar perusahaan besar.

Dengan potensi industri yang terus bergerak, Bontang kini memiliki peluang membangun wajah baru ekonomi daerah: bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai pusat layanan industri yang mampu menarik investasi dan membuka lapangan usaha baru.(*)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025