Payload Logo
Kisah inspiratif PLN

Perjuangan 10 Jam Menembus Medan Ekstrem, PLN Akhirnya Terangi Desa Tanjung Nanga.(dok : PLN)

Dari Jalan Berlumpur hingga Cahaya Pertama, Kisah Pengabdian Insan PLN di Tanjung Nanga

Penulis: Han | Editor:
7 Juli 2026

Malinau – Cahaya yang kini menerangi rumah-rumah di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kalimantan Utara, menyimpan kisah panjang tentang pengabdian. Di balik nyalanya lampu untuk 331 keluarga, terdapat perjuangan insan PLN yang harus menghadapi medan berat, jalan berlumpur, hingga keterbatasan fasilitas demi memastikan listrik hadir di wilayah pedalaman.

Salah satu sosok di balik perjuangan tersebut adalah Fendy Yulio Prasetyo, pegawai PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Benua Etam. Bersama tim, ia berulang kali menempuh perjalanan sekitar sepuluh jam dari Berau menuju Tanjung Nanga dengan membawa material pembangunan jaringan listrik.

Perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Jalan tanah yang berubah licin saat hujan kerap menghambat kendaraan pengangkut material. Bahkan, beberapa kali distribusi material harus tertunda karena kendaraan tidak mampu melintasi medan yang berat.

Meski demikian, semangat tim tidak pernah surut. Harapan masyarakat yang telah bertahun-tahun menanti listrik menjadi motivasi terbesar untuk terus menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas.

Setelah lebih dari lima bulan pengerjaan, PLN berhasil membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 4,19 kilometer sirkuit, jaringan tegangan rendah 4,77 kilometer sirkuit, serta tiga gardu distribusi dengan total kapasitas 300 kVA yang kini melayani 331 pelanggan.

Perjuangan berlanjut hingga tahap penyalaan. Pegawai PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malinau, Izar Zuhdi, bersama tim menetap hampir sepekan di desa tersebut untuk melakukan pemeriksaan instalasi serta pemasangan kWh meter di setiap rumah warga.

Bagi Izar, tugas PLN tidak berhenti ketika jaringan selesai dibangun. Kepastian bahwa seluruh pelanggan dapat menikmati listrik dengan aman menjadi tanggung jawab yang harus dituntaskan hingga penyalaan terakhir.

Kehadiran listrik juga menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong. Warga Desa Tanjung Nanga turut membantu membersihkan jalur jaringan agar proses pembangunan berjalan lebih cepat.

Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonathan, mengaku listrik PLN merupakan impian yang telah lama dinantikan masyarakat. Menurutnya, seluruh warga dengan sukarela terlibat dalam proses pembangunan karena menyadari manfaat besar yang akan dirasakan bersama.

General Manager PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Muchamad Chaliq Fadli, mengapresiasi dedikasi seluruh insan PLN serta dukungan Pemerintah Kabupaten Malinau, pemerintah desa, perusahaan, tokoh masyarakat, dan warga yang telah bergotong royong mewujudkan pemerataan akses listrik.

Ia menegaskan bahwa hadirnya listrik di Tanjung Nanga bukan hanya keberhasilan pembangunan infrastruktur, tetapi juga wujud kolaborasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat hingga pelosok negeri.

Kini, ketika malam tiba, Tanjung Nanga tak lagi diselimuti gelap. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang, dan harapan baru tumbuh bersama hadirnya listrik yang menjadi simbol kemajuan serta pemerataan pembangunan.(Adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025