Payload Logo
Abdul Haris, Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat

Abdul Haris, Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat (dok:pribadi)

Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat Tegaskan Industri Tambang Harus Jadi Motor Kesejahteraan Masyarakat

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agu
14 Januari 2026

KUTIM – Sejumlah pengusaha Kutai Timur (Kutim) yang tergabung dalam gerakan Pengusaha Kutim Hebat mendorong agar kegiatan pertambangan di daerah ini dijalankan dengan pendekatan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan melalui kemitraan berbasis kearifan lokal.

Dalam berbagai forum dialog bersama masyarakat dan pelaku usaha, Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat menegaskan bahwa keberadaan industri tambang tidak boleh mengabaikan hak-hak masyarakat adat dan komunitas lokal yang telah lama hidup dan menggantungkan penghidupan dari tanah dan sumber daya alam di wilayah tersebut.

“Pertambangan harus menjadi motor kesejahteraan bersama, bukan hanya keuntungan segelintir pihak. Karena itu, kemitraan dengan masyarakat lokal adalah kunci,” ujar Ketua Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat, Abdul Haris kepada Katakaltim Rabu 14 Januari 2025. 

Mereka menekankan pentingnya penghormatan terhadap hak masyarakat adat, termasuk hak atas tanah ulayat dan sumber daya alam. 

Selain itu, kata Haris Abdul, perusahaan tambang juga didorong untuk melakukan konsultasi dan melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan tambang.

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat akan menciptakan rasa memiliki sekaligus mengurangi potensi konflik sosial di sekitar wilayah pertambangan.

Tak kalah penting, pembagian manfaat dari aktivitas tambang juga harus dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. 

Hal ini dapat diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pembagian royalti, serta dukungan terhadap usaha ekonomi lokal.

Di bidang lingkungan, para pengusaha lokal ini mengingatkan agar perusahaan tambang menerapkan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. 

"Program seperti reboisasi, pengelolaan air, dan pengelolaan limbah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari operasi pertambangan modern," jelasnya. 

Pemberdayaan masyarakat juga menjadi fokus utama manfaat dari kegiatan pertambangan.

"Melalui pelatihan, pendidikan, dan pengembangan keterampilan, masyarakat Kutim diharapkan mampu menjadi pelaku aktif dalam pembangunan ekonomi daerah, bukan hanya sebagai penonton," tegasnya. 

Ia menyebut, Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat mendorong lahirnya berbagai program kemitraan, mulai dari CSR berbasis pendidikan dan kesehatan, program pelatihan tenaga kerja lokal, hingga skema pembagian manfaat yang lebih adil dan transparan.

"Dengan begini, kita optimist sektor pertambangan di Kutai Timur dapat tumbuh secara sehat, memberikan keuntungan ekonomi, sekaligus menjaga harmoni sosial dan kelestarian lingkungan," pungkasnya.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025