KUTIM – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Timur (Kutim) mendorong pelajar mulai mengenali kebutuhan dunia kerja sejak berada di bangku sekolah.
Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan di Kutim.
Hal itu disampaikan Kepala Distransnaker Kutim, Sulisman, dalam Talk Show Interaktif Karier 2026 yang digelar Alumni Himpunan Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) di Ruang Tempudau, Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Selasa 8 September 2026.
Kegiatan itu diikuti ratusan pelajar dari sejumlah SMA dan SMK di Kecamatan Sangatta Utara.
Para peserta mendapat pemahaman mengenai perkembangan dunia kerja, peluang karier hingga keterampilan yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki dunia profesional.
Sulisman mengatakan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan dan pemagangan.
“Program akan diarahkan pada keterampilan yang memiliki kebutuhan di lapangan, termasuk operator alat berat dan welder,” katanya.
Menurutnya, penguatan keterampilan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Di sisi lain, Sulisman menyebut kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal telah diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022.
Regulasi tersebut mengatur pedoman komposisi tenaga kerja dengan mendorong porsi 80 persen pekerja lokal dan 20 persen pekerja dari luar daerah sesuai kebutuhan dan kualifikasi.
“Kalau kita ingin menyerap 80 persen tenaga kerja lokal, maka kebutuhan perusahaan harus disampaikan dengan jelas dan masyarakat juga harus dipersiapkan sesuai kebutuhan itu,” kata Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dalam kegiatan tersebut.
Mahyunadi menilai kesiapan tenaga kerja lokal tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Keterampilan komunikasi, kepemimpinan, empati, etika dan kemampuan beradaptasi juga menjadi modal penting menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Karena itu, pengenalan dunia kerja sejak jenjang pendidikan menengah diharapkan dapat membantu pelajar menentukan jalur karier sekaligus mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan.
Distransnaker Kutim pun mendorong sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan dan perusahaan agar kebutuhan tenaga kerja dapat dipetakan sejak awal dan diikuti dengan program peningkatan kompetensi yang tepat sasaran. (Adv)










