BONTANG – Pemerintah daerah terus mendorong investasi yang selaras dengan potensi sumber daya lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung masyarakat.
Analis Kebijakan Ahli Madya, Karel, mengatakan investasi yang tepat adalah investasi yang berkembang sesuai karakteristik daerah masing-masing.
Menurutnya, daerah pesisir misalnya dapat fokus pada pengembangan sektor perikanan, cold storage, hingga pariwisata berbasis masyarakat. Sementara wilayah dengan potensi pertanian dapat mengembangkan sektor agroindustri.
“Jadi investasi tidak dipaksakan masuk ke semua sektor, tapi disesuaikan dengan kekuatan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut membuat masyarakat lebih mudah terlibat karena sektor usaha yang dikembangkan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Selain itu, daerah yang memiliki banyak sekolah vokasi atau SMK juga dinilai berpotensi mengembangkan sektor manufaktur padat karya.
“Kalau SDM lokal sudah siap, maka peluang kerja masyarakat juga semakin besar,” katanya.
Karel menilai investasi berbasis potensi lokal memiliki dampak ekonomi lebih nyata dibanding investasi yang tidak memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
Menurutnya, pendekatan tersebut juga dapat meningkatkan nilai tambah produk daerah. Misalnya hasil pertanian atau perikanan yang sebelumnya dijual mentah bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Yang paling penting masyarakat ikut merasakan dampaknya, bukan hanya melihat pembangunan dari jauh,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi akan memperkuat dukungan terhadap investasi dan menjaga stabilitas daerah.
“Kalau masyarakat merasa diuntungkan, maka iklim investasi juga akan lebih kondusif,” pungkas Karel.(Adv)














