NUSANTARA — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, mengajak lebih dari 1.000 peserta dari berbagai unsur ikuti penanaman pohon di kawasan Embung G, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Selasa (7/7/2026).
Saat membuka kegiatan, Basuki menyambut seluruh peserta sebagai bagian dari dream team pembangunan IKN.
"Selamat datang dan bergabung ke dalam dream team Ibu Kota Nusantara,” ucap Basuki.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Otorita IKN dan PT ITCI Hutani Manunggal dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Sedunia yang diperingati setiap 28 Juli.
Basuki menegaskan, penanaman pohon di IKN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen menjaga lingkungan dan menjalankan konservasi alam secara berkelanjutan.
"Kegiatan ini bukan seremonial. Kita selalu menyampaikan bahwa kita menjaga sekaligus melakukan konservasi lingkungan dan alam. Lebih dari lima ribu hektare sudah kita tanam dan hari ini kita menanam kembali di Embung G ini," tegasnya.
Mengusung tema Protect Nature, Preserve Our Future, kegiatan tersebut menanam 1.200 pohon dari 17 jenis tanaman yang terdiri atas tanaman kayu-kayuan, Multi Purpose Tree Species (MPTS), serta tanaman estetika.
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pegawai Otorita IKN, PT ITCI Hutani Manunggal, SMA Taruna Nusantara, Polresta IKN, Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU), mahasiswa KKN-PPM UGM Pelita Nusantara, hingga masyarakat umum.
Hingga saat ini, Otorita IKN mencatat realisasi penanaman mencapai 8.947,55 hektare dengan lebih dari 5 juta tanaman yang telah ditanam sebagai bagian dari pembangunan kota berkonsep forest city.
Salah seorang peserta dari Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum (IPPU), Diana, mengaku terkesan dengan perkembangan kawasan Nusantara yang dinilainya jauh melampaui ekspektasi.
"Ini pertama kali kami ke sini. Apa yang kami lihat melebihi ekspektasi. Tidak menyangka seperti ini, sangat hijau, cocok untuk healing, dan rasanya umur tambah panjang di sini. Sesuatu yang dulu terasa tidak mungkin, ternyata bisa menjadi mungkin," katanya.
Keterlibatan generasi muda juga terlihat melalui kehadiran 30 mahasiswa KKN-PPM UGM Pelita Nusantara.
Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit), Christian Perdana Putra Malau, menyebut kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan IKN.
"Salah satu alasan saya ingin KKN di Sepaku adalah karena Ibu Kota Nusantara. Dengan tema forest city, saya rasa IKN bisa menjadi salah satu contoh bahwa kita bisa membangun kota, tetapi tetap menjaga lingkungan," ujarnya.
Kegiatan itu juga menarik perhatian Mike Davidson, warga negara Kanada sekaligus pembawa acara serial media internasional How Did They Fix That?.
Menurutnya, aksi penanaman pohon di IKN mencerminkan kolaborasi banyak pihak dalam membangun kota yang berkelanjutan.
"Saya pernah ikut menanam pohon sebelumnya, tetapi tidak dalam skala seperti ini dan tidak dalam kegiatan dengan energi serta suasana positif seperti ini. Nusantara itu indah. Nusantara itu berkelanjutan. Ini tempat yang istimewa," tutup Mike. (Han)














