KUBAR — DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mendorong Pemkab memperkuat anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) guna mendukung atlet dan mendongkrak prestasi olahraga daerah.
Hal itu diutarakan Anggota DPRD Kubar, Adrianus dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama KONI yang dihadiri Dispora, BKAD dan Kesrasos Setdakab Kubar, Selasa 14 Juli 2026.
Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan, olahraga tidak hanya soal prestasi, tetapi juga berperan dalam membangun generasi muda yang sehat dan mampu bersaing.
Sebab itu, ia mendorong kebijakan anggaran daerah turut memberi perhatian pada pembangunan SDM melalui pembinaan olahraga, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur.
"Infrastruktur tetap dibangun, tetapi bagaimana kita membangun juga manusianya yang sehat, mampu berkompetisi dan mampu bersaing," ujarnya.
Kata Adrianus, kebutuhan anggaran KONI harus menjadi salah satu dasar dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah.
Anggaran yang cukup, ditambah penghargaan yang layak bagi atlet, diyakini dapat meningkatkan motivasi generasi muda untuk berprestasi.
Persolan bonus atlet yang masih cukup rendah turut disoroti. Ia membandingkan bonus emas Kutai Barat yang masih sekitar Rp30 juta, sementara daerah lain mencapai Rp75 juta.
Selain itu, Adrianus juga meminta kebutuhan dasar kontingen Porprov Kaltim VIII 2026, termasuk perlengkapan atlet seperti training pack, dapat dipenuhi. Jangan sampai persoalan perlengkapan menghambat persiapan atlet.
"Jangan sampai muncul cerita atlet kita terlantar, training pack-nya tidak lengkap. Ini nanti sangat memalukan daerah kita," terangnya.
Ketua Cabor Federasi Arung Jeram (FAJI) Kubar ini juga mendorong Dinas Pendidikan memberikan dukungan melalui program beasiswa bagi atlet berprestasi.
Menurutnya, jaminan pendidikan dapat menjadi motivasi bagi atlet muda untuk terus mengembangkan kemampuan.
Dalam pembinaan jangka panjang, KONI diminta memperkuat pembinaan berjenjang dengan menyusun kalender event olahraga. Perencanaan itu dinilai penting agar kebutuhan anggaran lebih jelas dan terarah.
Terakhir, Adrianus berharap Kutai Barat memiliki sistem pembinaan olahraga yang kuat dan berkelanjutan, sehingga dapat melahirkan atlet daerah yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (Jantro)














