Payload Logo
Bontang

Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati (dok: Caca/katakaltim)

Ekonomi Tak Stabil, Bapenda Bontang Putar Otak Kejar PAD, Hadirkan Sejumlah Inovasi

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agung
5 Juni 2026

BONTANG — Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Bontang putar otak untuk menambah pendapatan. Kini mereka kerja keras mendulang uang.

Sebab selama ini Bontang masih sangat menggantung harap dari transfer pusat. Sekitar 80-an persen pendapatannya dari sana.

Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, mengatakan untuk optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), pihaknya membuat sejumlah inovasi.

Salah satunya dengan pelayanan publik yang katanya mudah sekali diakses masyarakat. Agar kepercayaan atau trust bisa meningkat.

"Pelayanan publik harus ditingkatkan biar trust masyarakat meningkat," jelasnya ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat 5 Juni 2026.

Sejumlah inovasi yang dia maksud antara lain e-SPPT (Elektronik Surat Pemberitahuan Pajak Terutang), integrasi SIMPATDA (Sistem Informasi Pendapatan Daerah) dan SISMIOP (Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak) ke Bapenda Etam.

"Kami juga menyalaraskan Jemput Bola dan Bapenda mengajar atau kita sebut programnya Sapa Bapenda," jelasnya.

Inovasi ini, sambung dia, sangat membantu peningkatan PAD. Hingga 31 Mei 2026 kinerja PAD menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai 28,92 persen atau Rp65,64 miliar dari target Rp226,98 miliar.

Tapi, dihimpun dari berita sebelumnya, Kota Bontang lemah sekali secara fiskal. Tercatat dalam beberapa tahun terakhir PAD kota ini tak begitu signifikan.

Itu jelas dalam proporsi PAD terhadap Pendapatan Daerah mengalami penurunan. Bukan PAD yang turun. Tapi proporsinya.

Rinciannya, 2022 realisasi Pendapatan Daerah 1,797 triliun. PAD Rp231 miliar. Artinya proporsi PAD terhadap pendapatan daerah sebesar 12,9 persen.

2023, realisasi Pendapatan Daerah 2,448 triliun. Realisasi PAD Rp264 miliar. Artinya proporsi PAD terhadap pendapatan daerah hanya 10,8 persen.

2024, realisasi Pendapatan Daerah Rp2,800 triliun. PAD Rp301 miliar. Berarti proporsi PAD hanya sekecil 10,75 persen. (Caca)

Pilihan Editor: DBH terjun bebas, Neni bisa apa?

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025