Payload Logo
Balikpapan

Kepala Dishub Balikpapan, Muhamad Fadli Pathurrahman (Dok: Han/katakaltim)

Hindari Kebocoran Retribusi, Dishub Balikpapan Perluas Penerapan Parkir Non-Tunai

Penulis: Han | Editor: Agu
8 Januari 2026

BALIKPAPAN — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mulai menerapkan sistem pembayaran parkir non-tunai atau cashless di sejumlah titik strategis.

Kebijakan ini untuk mendorong perubahan budaya masyarakat. Sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas retribusi parkir.

Kepala Dishub Balikpapan, Muhamad Fadli Pathurrahman mengatakan sistem pembayaran baru ini diharap bisa minimalisir kebocoran retribusi parkir yang selama ini kerap terjadi.

“Ini juga untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, serta mengurangi kebocoran-kebocoran retribusi parkir,” ucap Fadli kepada awak media, Selasa 6 Januari 2026.

Saat ini Dishub Balikpapan memiliki 219 juru parkir (jukir) binaan yang telah dilakukan pembaruan data, termasuk data pribadi.

Langkah tersebut untuk memberi rasa aman bagi masyarakat yang memarkir kendaraan, khususnya di kawasan pusat perbelanjaan dan pertokoan.

“InsyaAllah, ini bisa memberikan kenyamanan bagi para pengunjung toko-toko yang ada di Kota Balikpapan,” tandasnya.

Rencana Perluas Titik

Penerapan sistem parkir non-tunai ini diawali di kawasan Balikpapan Permai. Ke depan, Dishub Balikpapan berencana memperluas penerapan ke sejumlah lokasi lain yang dinilai strategis.

“Selanjutnya, insya Allah akan kami kembangkan di beberapa titik sentral, seperti di Dome, Batakan, Gedung Kesenian, serta sembilan pasar yang ada di Kota Balikpapan,” ujar Fadli.

Menurutnya, penerapan di Balikpapan Permai akan menjadi bahan evaluasi bagi Dishub.

Tentu saja untuk melihat sejauh mana perubahan perilaku masyarakat serta peningkatan retribusi parkir yang dihasilkan.

Siapkan CCTV

Selain itu, Dishub Balikpapan juga menyiapkan langkah pengawasan untuk menekan keberadaan juru parkir liar.

Salah satunya dengan pemasangan enam kamera pengawas (CCTV) illegal parking di kawasan tersebut.

“Kami menyiapkan enam kamera illegal parking yang dapat memberikan informasi faktual dan terkini mengenai jumlah kendaraan parkir setiap hari,” ucapnya.

“Dari situ kami bisa melihat sejauh mana integritas jukir binaan dalam melaporkan hasil retribusi parkir harian,” jelas Fadli.

Ia menambahkan, Dishub juga telah melengkapi fasilitas pendukung seperti parking gate, mesin handheld, serta atribut resmi jukir berupa ID card dan rompi.

Jika ke depan sistem ini dinilai efektif, jumlah kamera pengawas akan ditambah.

“Ini menjadi salah satu langkah evaluasi kami. Apabila memang sangat dibutuhkan, ke depan Dishub akan menambah jumlah CCTV untuk pengawasan parkir ilegal,” pungkasnya. (Han)