BALIKPAPAN — Pemeriksaan kendaraan angkutan penumpang mulai digencarkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan menjelang arus mudik Idulfitri 2026. Dari kegiatan ramp check yang dilakukan, petugas mendapati satu unit bus yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan untuk beroperasi.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Paturahman, mengatakan temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemberitahuan kepada pengelola kendaraan agar segera melakukan perbaikan.
Menurutnya, kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan uji kir tidak akan diizinkan melayani penumpang selama masa mudik.
“Keselamatan penumpang adalah yang utama. Jika kendaraan belum memenuhi syarat uji kir, kami minta untuk tidak dioperasikan sampai dilakukan perbaikan,” ujar Fadli, rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, ramp check dilakukan untuk memastikan kondisi teknis kendaraan serta kelengkapan administrasi armada angkutan umum yang beroperasi di Kota Balikpapan.
Selain memeriksa armada, Dishub juga menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurangi potensi kemacetan yang biasanya meningkat menjelang libur panjang Idulfitri.
Beberapa titik yang selama ini dikenal rawan kepadatan kendaraan akan mendapatkan perhatian khusus, termasuk di kawasan Agung Tunggal. Di lokasi tersebut akan diterapkan pengaturan lalu lintas berupa sistem dua jalur tanpa putaran langsung.
Pengendara yang hendak berbalik arah nantinya diarahkan memutar di titik yang lebih jauh, seperti di sekitar kawasan perumahan atau area AJM.
Fadli mengatakan pengaturan tersebut merupakan hasil pembahasan bersama dalam Forum Lalu Lintas yang melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk kepolisian dan TNI.
Untuk mendukung penerapan rekayasa lalu lintas tersebut, Dishub menyiapkan sekitar 50 unit beton pembatas jalan. Selain itu, tambahan sekitar 50 unit water barrier juga akan disediakan melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari sejumlah SPBU.
Pengaturan lalu lintas juga direncanakan diterapkan di ruas Jalan Syarifuddin Yoes, khususnya pada jalur menuju Rumah Sakit Hermina hingga kawasan Global Sport yang sering mengalami kepadatan kendaraan.
Di sisi lain, Dishub tetap berupaya menjaga layanan pemantauan lalu lintas meski menghadapi keterbatasan anggaran operasional.
“Kami tetap berusaha mengoptimalkan pos pemantauan, terutama pada jam-jam padat. Walaupun anggaran terbatas, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan,” kata Fadli.
Selain pengawasan kendaraan dan pengaturan lalu lintas, Dishub juga melakukan pembenahan fasilitas transportasi publik, seperti perbaikan lampu penerangan jalan serta sarana halte.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik dan libur Idulfitri di Kota Balikpapan.(han/adv Diskominfo Balikpapan)














