Balikpapan — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus memperkuat sistem transportasi cerdas dengan mengembangkan kamera pengawas berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut diproyeksikan mampu mendeteksi berbagai pelanggaran lalu lintas secara otomatis sekaligus mengawasi potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Faturrahman, mengatakan sistem CCTV pintar yang tengah dikembangkan memiliki kemampuan lebih canggih dibanding kamera pengawas konvensional. Selain memantau arus kendaraan, kamera tersebut mampu mengenali jenis kendaraan, membaca pelat nomor otomatis, hingga mendeteksi pelanggaran kecepatan.
“Teknologi ini berbeda dengan CCTV biasa karena sudah menggunakan sistem AI. Kamera dapat mengenali jenis kendaraan, membaca plat nomor secara otomatis, bahkan mendeteksi pelanggaran lalu lintas seperti kendaraan yang melaju melebihi batas kecepatan,” ujar Fadli, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, seluruh sistem pengawasan tersebut nantinya akan terhubung dengan Balikpapan Connectivity atau Bikonek, yakni platform digital milik Pemerintah Kota Balikpapan yang selama ini dikembangkan untuk mendukung pengelolaan transportasi berbasis teknologi dan data.
Fadli menjelaskan, integrasi CCTV AI dengan Bikonek akan memudahkan proses pemantauan lalu lintas secara real time dan mendukung penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) bersama aparat kepolisian.
“Jika sistem ini berjalan penuh, maka kepolisian akan melakukan mirroring data untuk mendukung ETLE bersama Ditlantas Polda Kaltim dan Satlantas Polresta Balikpapan. Jadi pengawasan bisa berjalan lebih efektif dan modern,” katanya.
Tak hanya fokus pada pelanggaran lalu lintas, Dishub Balikpapan juga memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengawasi aktivitas parkir di sejumlah titik strategis yang rawan terjadi parkir liar maupun ketidaksesuaian setoran retribusi parkir.
“Kami sudah mencoba memasang kamera pengawasan parkir di beberapa titik yang memiliki potensi kebocoran PAD. Jika hasilnya efektif dalam meningkatkan pengawasan dan mencegah kebocoran pendapatan parkir, tentu sistem ini akan diperluas,” jelasnya.
Ia menilai penggunaan CCTV berbasis AI akan membantu menciptakan sistem parkir yang lebih transparan sekaligus meningkatkan keamanan kawasan perkotaan. Selain itu, data kendaraan yang terekam juga dapat dimanfaatkan aparat penegak hukum untuk membantu proses pengungkapan tindak kriminal.
“Alhamdulillah selama ini kami juga sering berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan dalam membantu pengungkapan tindak kejahatan melalui sistem Balikpapan Connectivity,” ungkap Fadli.
Dishub Balikpapan berharap penerapan teknologi pengawasan berbasis AI tersebut menjadi langkah penting menuju kota cerdas atau smart city, sekaligus menghadirkan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, modern, dan transparan bagi masyarakat.(han/Adv Diskominfo Balikpapan)














