Payload Logo
Waduk Manggar

IPA Waduk Manggar Balikpapan (dok: Han/katakaltim)

IPA Waduk Manggar Balikpapan Mati Total, PTMB Siapkan 17 Truk Tangki

Penulis: Han | Editor: Agung
7 September 2026

BALIKPAPAN — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan 17 unit truk tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setelah dua instalasi pengolahan air (IPA) mengalami gangguan akibat kemarau panjang.

Direktur Teknik PTMB M. Kohiruddin mengatakan, dua IPA yang terdampak adalah IPA Teritip di Balikpapan Timur dan IPA Waduk Manggar Km 12 di Karang Joang, Balikpapan Utara.

“Dari sembilan pengolahan yang kami miliki, ada dua layanan IPA pengolahan yang agak sedikit terganggu,” kata Kohiruddin dalam rilis bersama media di Kantor Pemkot Balikpapan, Senin (7/9/2026).

Gangguan paling berat terjadi pada IPA Waduk Manggar Km 12. Instalasi yang dalam kondisi normal mampu menghasilkan 80 hingga 100 liter air per detik itu kini tidak dapat beroperasi secara normal.

“IPA Waduk Manggar Km 12 yang biasanya sampai 80 atau 100, sekarang mati total dan hanya bisa mungkin beroperasi di sore atau malam hari saja,” ujar Kohiruddin.

Sementara itu, produksi IPA Teritip juga mengalami penurunan cukup signifikan. Instalasi tersebut biasanya mampu memproduksi sekitar 200 hingga 220 liter air per detik, tetapi kini produksinya hanya berkisar 100 hingga 110 liter per detik.

Kondisi tersebut membuat durasi distribusi air bersih kepada pelanggan di wilayah pelayanan kedua IPA berpotensi berkurang.

PTMB meminta masyarakat memahami apabila pelayanan air tidak dapat berlangsung selama 24 jam seperti dalam kondisi normal.

“Untuk pelayanan di dua IPA tersebut, mohon maaf kami hanya bisa melayani mungkin tidak maksimal 24 jam, tapi akan mendapatkan air mungkin di bawah 12 jam,” kata Kohiruddin.

Meski demikian, Kohiruddin memastikan PTMB tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adapun tujuh IPA lainnya masih beroperasi seperti biasa.

PTMB Kerahkan 17 Truk Tangki

PTMB memperkuat distribusi air bersih melalui layanan truk tangki sebagai langkah mitigasi selama kondisi kemarau.

Sebanyak 17 unit truk tangki disiapkan dan disebar ke tiga titik pelayanan. Setiap kendaraan memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter atau 5 meter kubik.

Dalam sehari, satu truk dapat melakukan hingga lima kali pengantaran. Namun, jumlah perjalanan bergantung pada jarak dan kondisi akses menuju lokasi pelanggan.

“Kalau sehari satu unit itu bisa sampai lima rit. Karena memang titik antarannya bervariasi. Ada yang sangat jauh sehingga cukup memakan waktu. Ada yang daerahnya dekat, tapi kadang akses masuknya agak susah,” jelasnya.

Permintaan air tangki meningkat seiring minimnya hujan yang terjadi dalam hampir dua bulan terakhir.

Tingginya kebutuhan tersebut membuat PTMB tidak selalu dapat memenuhi seluruh permintaan masyarakat dalam waktu singkat.

“Permintaannya cukup tinggi. Mengingat hampir dua bulan ini tidak ada hujan, jadi memang masyarakat sangat bergantung sekali dengan air tangki seperti itu,” ujar Kohiruddin.

Pelanggan Dapat Subsidi

PTMB juga memberikan subsidi bagi pelanggan yang memperoleh pasokan air melalui truk tangki.

Berdasarkan Peraturan Wali Kota Balikpapan tahun 2014, pelanggan PTMB membayar Rp50.000 untuk setiap tangki air.

Sementara biaya transportasi yang harus dikeluarkan perusahaan mencapai sekitar Rp250.000 per tangki.

Kohiruddin mengatakan subsidi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab PTMB dalam memastikan pelanggan tetap memperoleh air bersih di tengah keterbatasan pasokan.

“Ini sebagai tanggung jawab Perumda bisa memberikan air kepada masyarakat Kota Balikpapan yang statusnya sebagai pelanggan,” katanya.

Adapun masyarakat yang bukan pelanggan PTMB dikenakan tarif yang berbeda. Kemarau Diperkirakan Berlanjut hingga Oktober

PTMB terus memantau ketersediaan air baku di sejumlah sumber yang digunakan dalam sistem pelayanan.

Namun, perusahaan tidak dapat memastikan kondisi cuaca dan curah hujan karena informasi tersebut merupakan kewenangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kami hanya tahunya ada air di waduk. Kita juga tidak tahu apakah di utara di Waduk Manggar, Km. 12, Karang Joang, Balikpapan Utara atau di Waduk Teritip, Balikpapan Timur ada hujan. Kami juga belum ter-update informasi seperti itu,” tutur Kohiruddin.

Berdasarkan hasil rapat bersama BMKG, kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September dan Oktober.

“Rapat hari Jumat terakhir disampaikan September sampai dengan Oktober masih kemarau,” pungkasnya. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025