Payload Logo
Gender Kaltim

Infografis Indeks Ketimpangan Gender atau IKG di Kaltim (dok: Agung/katakaltim)

Ketimpangan Gender di Kaltim Menurun, Peran Perempuan di Politik Meningkat

Penulis: Agung | Editor:
23 Mei 2026

KALTIM — Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2025 tercatat sebesar 0,379 atau turun 0,062 poin ketimbang tahun 2024.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi peningkatan capaian pada dimensi kesehatan reproduksi dan pemberdayaan perempuan.

Membaiknya kesetaraan gender di Kaltim ditunjukkan melalui peningkatan sejumlah indikator, khususnya pada dimensi kesehatan reproduksi.

“Proporsi perempuan pernah kawin usia 15–49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan (MTF) dan proporsi perempuan pernah kawin usia 15–49 tahun yang saat melahirkan hidup pertama berusia kurang dari 20 tahun (MHPK20) mengalami perbaikan,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas'ud Rifai, dalam keterangan resminya belum lama ini.

Ia menjelaskan, dimensi pemberdayaan dibentuk oleh dua indikator yang dirinci berdasarkan gender, yakni persentase anggota legislatif serta persentase penduduk usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA.

Pada 2025, berdasarkan hasil Pemilu, jumlah anggota parlemen perempuan meningkat 1,82 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 14,55 persen. Sementara itu, proporsi anggota parlemen laki-laki menurun menjadi 85,45 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan kesetaraan peran laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan mulai mengalami peningkatan.

Di sektor pendidikan, persentase penduduk laki-laki usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA meningkat dari 56,32 persen pada 2024 menjadi 57,95 persen pada 2025.

Sebaliknya, persentase penduduk perempuan sedikit menurun dari 50,23 persen menjadi 49,68 persen.

Sementara itu, dimensi pasar tenaga kerja yang diukur melalui Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menunjukkan penurunan pada kedua jenis kelamin.

TPAK laki-laki tercatat sebesar 83,14 persen pada 2025 atau turun 0,61 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan TPAK, baik pada laki-laki maupun perempuan, berdampak pada menurunnya partisipasi angkatan kerja secara umum dan berpengaruh terhadap capaian indeks pada dimensi pasar tenaga kerja

BPS juga mencatat capaian IKG selama periode 2020–2025 masih bervariasi di setiap kabupaten/kota, yang mengindikasikan ketimpangan gender masih menjadi tantangan dalam pembangunan gender di Kaltim.

Pada 2025, ketimpangan gender tertinggi tercatat di Kabupaten Kutai Timur dengan nilai IKG mencapai 0,477.

Sementara ketimpangan gender terendah berada di Balikpapan dengan nilai 0,153. Secara keseluruhan, terdapat penurunan ketimpangan gender di sembilan kabupaten/kota di Kaltim dibandingkan tahun sebelumnya. (Agung)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025