Payload Logo
pemerataan listrik kaltim - kaltara

Menembus medan Kalimantan, PLN terus bergerak menghadirkan terang hingga pelosok desa. (dok : PLN)

Listrik 24 Jam Kini Terangi Senambah dan Mulupan, PLN Lanjutkan Perjuangan Jangkau 168 Desa

Penulis: Han | Editor:
30 Agustus 2026

BALIKPAPAN – Ketika malam tiba, penerangan bukan lagi menjadi persoalan bagi warga Desa Senambah dan Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur. Setelah bertahun-tahun mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel dengan waktu operasi terbatas, kini masyarakat di kedua desa tersebut dapat menikmati listrik PLN selama 24 jam.

Sebanyak 512 pelanggan di Senambah dan Mulupan telah mendapatkan layanan listrik PLN.

Kehadiran listrik sepanjang hari ini tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, menjalankan usaha, hingga mengembangkan aktivitas produktif di desa.

Penyalaan listrik di dua desa tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) dalam mewujudkan pemerataan akses listrik di wilayah Kaltim dan Kaltara.

Perjuangan tersebut belum berhenti. PLN kini melanjutkan perluasan akses listrik menuju 168 desa lainnya yang masih membutuhkan layanan kelistrikan.

Untuk mendukung rencana tersebut, PLN menyiapkan pembangunan sekitar 875,36 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM), 486,62 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR), serta 220 unit gardu distribusi.

Pembangunan infrastruktur itu diproyeksikan dapat membuka akses listrik bagi sekitar 9.885 calon pelanggan.

Jika dijumlahkan, jaringan tegangan menengah dan tegangan rendah yang disiapkan mencapai lebih dari 1.361 kilometer. Angka tersebut menggambarkan besarnya pekerjaan yang harus dilakukan untuk membawa listrik semakin jauh ke wilayah-wilayah yang memiliki tantangan geografis.

Bentang wilayah Kalimantan yang luas, jarak antarpemukiman, kondisi medan, keterbatasan akses menuju lokasi, hingga proses mobilisasi material dan peralatan menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan listrik desa.

Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan langkah PLN.

General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli mengatakan keberhasilan menghadirkan listrik 24 jam di Senambah dan Mulupan menjadi bukti bahwa tantangan geografis dapat dihadapi melalui kolaborasi dan kerja bersama.

“Senambah dan Mulupan menunjukkan bahwa di tengah tantangan geografis yang ada, akses listrik tetap dapat kita hadirkan melalui kerja bersama. Namun, perjalanan pemerataan ini belum selesai. Kami terus melanjutkan pembangunan dan memperluas akses listrik ke desa-desa lainnya secara bertahap,” ujar Chaliq.

Menurutnya, pembangunan ribuan kilometer jaringan dan ratusan gardu distribusi bukan sekadar persoalan membangun infrastruktur. Di balik setiap jaringan yang dibangun, terdapat masyarakat yang menunggu hadirnya energi listrik untuk mendukung kehidupan sehari-hari.

“Di balik setiap kilometer jaringan yang dibangun, ada masyarakat yang menantikan hadirnya listrik. Ada anak-anak yang membutuhkan penerangan untuk belajar, keluarga yang ingin menjalankan aktivitas dengan lebih leluasa, dan desa yang memiliki potensi untuk berkembang. Karena itu, setiap pembangunan yang kami lakukan memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu membuka semakin banyak ruang bagi masyarakat untuk tumbuh,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. Ia mengapresiasi langkah PLN yang terus memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Kutai Timur.

“Kini masyarakat Senambah dan Mulupan sudah merdeka menikmati listrik selama 24 jam. Ini menjadi kabar baik dan momentum penting bagi pembangunan di Muara Bengkal. Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan PLN terus diperkuat agar wilayah lain juga dapat merasakan manfaat yang sama,” ujar Ardiansyah.

Listrik Membuka Peluang Baru

Bagi masyarakat desa, listrik memiliki arti yang jauh lebih luas dibanding sekadar penerangan.

Ketika listrik tersedia sepanjang hari, aktivitas belajar anak-anak dapat berlangsung lebih nyaman. Masyarakat dapat menjalankan pekerjaan pada malam hari, sementara pelaku usaha memiliki kesempatan memperpanjang waktu produktivitas dan mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi.

Karena itu, perluasan akses listrik menjadi salah satu bagian penting dalam membuka ruang pertumbuhan masyarakat di wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan layanan energi.

Chaliq menegaskan, keberhasilan pemerataan listrik membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami menyadari bahwa pemerataan listrik tidak dapat dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah dan masyarakat sangat penting, baik dalam proses pembangunan maupun dalam memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” tambahnya.

Masih Ada Desa yang Harus Dijangkau

Upaya tersebut berjalan seiring dengan capaian elektrifikasi di wilayah kerja PLN UID Kaltimra. Hingga Juli 2026, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Kalimantan Timur mencapai 95,87 persen, dengan Rasio Desa Berlistrik (RDB) PLN sebesar 93,06 persen.

Sementara itu, di Kalimantan Utara, RE PLN mencapai 99,17 persen, sedangkan RDB PLN berada di angka 81,95 persen.

Capaian tersebut menunjukkan perjalanan panjang yang telah ditempuh dalam memperluas akses kelistrikan. Namun, masih adanya wilayah dan desa yang perlu dijangkau menjadi pengingat bahwa pemerataan listrik masih membutuhkan kerja berkelanjutan.

Dari Senambah dan Mulupan, langkah PLN kini terus bergerak menuju desa-desa lainnya.

Setiap tiang yang berdiri, jaringan yang terbentang, dan gardu yang beroperasi bukan hanya menjadi bagian dari infrastruktur ketenagalistrikan. Di sana ada harapan masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang lebih produktif.

Sebab, ketika listrik hadir, kesempatan pun ikut terbuka—anak-anak dapat belajar lebih leluasa, masyarakat dapat bekerja lebih produktif, usaha dapat berkembang, dan desa memiliki ruang yang lebih besar untuk tumbuh.

PLN UID Kaltimra pun terus berkomitmen memperluas akses listrik bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, agar semakin banyak masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dapat merasakan manfaat listrik secara merata. (adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025