KUTIM - Perbaikan sarana dan prasarana (sapras) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi salah satu program prioritas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada tahun 2026.
Hal ini disampaikan Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. Katanya dari ratusan satuan pendidikan yang ada, kondisi PAUD dinilai masih paling banyak membutuhkan penanganan.
Meski PAUD menjadi perhatian utama, perbaikan sapras pada jenjang SD dan SMP tetap dilakukan.
Mulyono menyebut, Disdikbud menyesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi fisik sekolah dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Total ada 702 satuan pendidikan di Kutim, lebih dari 300 di antaranya merupakan PAUD. Sementara itu, terdapat sekitar 240 SD dan 94 SMP.
“SMP dan SD secara umum sudah hampir semuanya bagus. PAUD yang paling banyak butuh kita maksimalkan,” ujar Mulyono.
Menurutnya, prioritas perbaikan tetap ditentukan berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing sekolah.
Dua bentuk pekerjaan yang menjadi perhatian yakni penambahan ruang belajar baru serta rehabilitasi bangunan dengan tingkat kerusakan berat.
“Yang sangat urgen tetap kita utamakan. Penambahan ruang belajar itu urgen. Rehab yang sudah rusak berat, datanya sudah ada,” jelasnya.
Ia mengakui, efisiensi anggaran 2026 turut memengaruhi belanja fisik pendidikan. Namun, alokasi untuk pembangunan dan rehabilitasi sarpras tetap tersedia, meski volumenya disesuaikan.
“Fisik memang paling banyak berkurangnya. Tapi tetap ada, disesuaikan," terangnya.
Mulyono menjelaskan, penentuan program juga mengacu pada sejumlah indikator kinerja pendidikan, termasuk Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan rapor pendidikan.
Data itulah yang menjadi salah satu dasar untuk melihat kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Dengan kondisi fiskal Kutim hari ini, perbaikan sarpras PAUD diarahkan pada sekolah yang dinilai paling membutuhkan intervensi.
Ia berharap penyesuaian program tetap menjaga kelayakan fasilitas pendidikan, meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran.
"Yang utama alat ukur kinerja dulu kita masukkan, sisanya baru ke fisik,” tandasnya. (Adv)













