Payload Logo
Kutim

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan (Dok: katakaltim)

Tekan Balap Liar di Jalan Umum, Dispora Kutim Buka Stadion untuk Latihan

Penulis: Caca | Editor: Agu
30 Oktober 2026

KUTIM – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) membuka kawasan stadion sebagai tempat latihan bagi pemuda yang memiliki minat balap motor.

Langkah ini dilakukan untuk menekan aksi balap liar yang kerap berlangsung di jalan umum, termasuk di kawasan Sangatta Lama, Kenyamukan, dan Jalan Soekarno-Hatta.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan pendekatan langsung kepada para pemuda menjadi salah satu upaya mengalihkan aktivitas balap liar ke tempat yang lebih aman dan terarah.

“Saya turun langsung menemui anak-anak yang balap liar. Saya katakan ke mereka, jangan di jalan umum, karena mengganggu masyarakat dan berbahaya jika terjadi kecelakaan. Sebagai solusinya, kawasan stadion saya buka untuk tempat latihan mereka,” ujar Basuki, baru-baru ini.

Kata dia, fasilitas tersebut dibuka setiap Sabtu mulai pukul 15.00 Wita hingga Minggu. Pelaksanaannya melibatkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutim untuk mendukung aspek keselamatan selama kegiatan berlangsung.

Basuki mengatakan, peserta latihan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri. Kawasan yang digunakan juga ditutup dari lalu lintas kendaraan lain selama kegiatan untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Setiap Sabtu jam tiga sore sampai Minggu kawasan kita tutup khusus untuk mereka latihan, jalanan tidak boleh dilintasi kendaraan lain,” terangnya.

Selain memfasilitasi kegiatan olahraga, Dispora Kutim juga memperkuat pembinaan pemuda melalui kerja sama dengan Forum OSIS dan program Duta Pelajar.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong pelajar terlibat dalam kegiatan positif sekaligus menghindari berbagai perilaku berisiko.

Basuki menyebut, kantor Dispora juga dimanfaatkan sebagai ruang bagi pelajar untuk berdiskusi dan mengembangkan potensi diri.

Pembinaan tersebut mencakup upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, balap liar, hingga judi daring atau online.

“Anak-anak pelajar ini adalah agen perubahan. Kami beri mereka ruang untuk berdiskusi dan beraktivitas positif agar terhindar dari narkoba, balap liar, hingga judi online,” pungkasnya. (Adv)

Dilihat 696 kali