Payload Logo
Balikpapan

Korban penganiayaan di Balikpapan (dok: Han/katakaltim)

Orang Tua Angkat Diduga Aniaya Anaknya di Balikpapan, Korban Alami Luka Bakar Serius

Penulis: Han | Editor: Agung Ardaus
15 Februari 2026

BALIKPAPAN — Seorang perempuan berinisial KH (21) warga Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, diduga jadi korban penganiayaan berat oleh pasangan suami istri yang merupakan orang tua angkatnya, AS (44) dan ML (36).

Korban mengalami luka bakar serius dan sejumlah cedera fisik setelah diduga disiram air panas.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 10 Februari 2026 sekitar pukul 18.00 WITA di kawasan Jalan Bukit, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota.

Kasus ini terungkap setelah warga di sekitar Bukit Niaga, Pasar Baru, menemukan KH berjalan sendirian dalam kondisi lemas dengan luka bakar di sejumlah bagian tubuh.

Warga yang melihat kondisi korban segera menolong dan membawanya ke kantor kelurahan setempat.

Lalu korban dievakuasi oleh aparat kepolisian dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Setelah itu KH dirujuk ke RSUD Balikpapan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kekerasan Diduga Bertahun-tahun

Saat ditemui di rumah keluarga kandungnya, kondisi KH masih memprihatinkan.

Wajahnya dibalut perban tebal yang menutupi hampir seluruh bagian kepala dan pipi.

Lengan serta kaki kanannya juga masih terbalut perban akibat luka bakar dan cedera lainnya.

Kakak kandung korban, Salman mengatakan adiknya nekat melarikan diri karena tidak lagi sanggup menahan rasa sakit setelah diduga disiram air panas.

“Magrib itu dia disiram air panas. Setelah itu dia langsung lari dari rumah dalam keadaan wajah sudah rusak,” ucap Salman, Minggu 15 Februari 2026.

Salman menceritakan keluarga korban baru mengetahui kejadian tersebut dua hari kemudian saat ia menerima kabar bahwa adiknya dirawat di rumah sakit.

“Saya dapat kabar hari Kamis. Saya langsung ke rumah sakit karena kondisi adik saya sudah parah,” katanya.

Salman mengungkapkan, berdasarkan cerita korban, dugaan kekerasan tidak hanya terjadi sekali.

KH disebut telah mengalami perlakuan kasar sejak berusia sekitar 11 tahun, setelah dititipkan kepada pasangan tersebut untuk mendapatkan perawatan karena sakit.

“Awalnya kami titipkan karena dia sakit dan butuh perawatan. Tapi setelah sembuh, justru diperlakukan seperti pembantu. Dia dipaksa kerja terus dan sering dipukul,” tutur Salman.

Ia menambahkan, tindakan kekerasan diduga dilakukan secara bergantian oleh kedua orangtua angkatnya.

Bentuk kekerasan yang dialami korban antara lain pemukulan di bagian kepala, tubuh, hingga kaki, serta tekanan untuk terus bekerja meskipun dalam kondisi lelah.

Pendidikan KH pun terhenti di jenjang sekolah menengah pertama (SMP) karena harus menjalankan pekerjaan rumah tangga setiap hari.

Tanggapan Polisi

Laporan resmi atas dugaan penganiayaan ini telah disampaikan keluarga korban ke Polresta Balikpapan.

Pihak kepolisian membenarkan telah menerima laporan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan.

Kanit Identifikasi Polresta Balikpapan, Iptu Bayu Sukaca, mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi.

“Kami sudah menerima laporan dari keluarga korban. Saat ini proses penyelidikan masih berjalan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti,” terang Bayu.

Dia membeberkan hingga kini sedikitnya lima saksi telah dimintai keterangan untuk menyusun konstruksi peristiwa.

“Kurang lebih ada lima saksi yang sudah kami buatkan berita acara pemeriksaan. Kami juga masih mendalami peran masing-masing pihak yang dilaporkan,” ungkapnya.

Polisi juga telah mengamankan salah satu terlapor untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Namun, kepolisian belum merinci status hukum yang bersangkutan karena proses penyidikan masih berlangsung.

Bayu menegaskan, pihaknya akan menyampaikan perkembangan kasus tersebut secara terbuka setelah seluruh rangkaian pemeriksaan awal rampung.

“Kami pastikan kasus ini ditangani secara serius dan profesional. Detail lebih lanjut akan kami sampaikan dalam konferensi pers,” imbuhnya. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025