Payload Logo
Kubar

Orang tua bayi yang meninggal di Kubar, Titus, menyampaikan klarifikasi soal persalinan di RSUD HIS Kubar. (Dok:Jantro/katakaltim)

Orang Tua Bayi Meninggal di RSUD HIS Kubar Minta Maaf, Akui Berita Viral di Medsos Tidak Benar

Penulis: Jantro | Editor: Agung
28 Februari 2026

KUBAR — Orang tua bayi yang meninggal dunia dalam proses persalinan di RSUD HIS Kabupaten Kutai Barat, Titus, akhirnya meminta maaf serta mengakui berita yang sempat viral di medsos tidak benar.

Sebelumnya, Titus menyampaikan kepada media bahwa pada 23 Februari 2026 istrinya melahirkan secara normal di RSUD HIS. Namun, keesokan harinya bayi yang dilahirkan diketahui meninggal dunia.

Ia menyatakan pihak RSUD HIS menahan istrinya atas beban tagihan biaya persalinan. Kabar itu pun menyebar luas di media sosial hingga menimbulkan kesan negatif terhadap manajemen rumah sakit.

"Hal yang saya sampaikan tidak sesuai dengan berita yang beredar di media sosial. Saya menyampaikan permohonan maaf atas berita yang tidak benar itu," ucap Titus di Sendawar, Jumat 27 Februari 2026.

Titus mengakui bahwa istrinya tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Saat mulai bekerja di perusahaan, ia melampirkan KTP dengan status belum menikah. Akibatnya, istrinya belum tercatat sebagai peserta atau tanggungan.

"Saat melamar pekerjaan, saya melampirkan KTP belum menikah. Jadi BPJS Kesehatan istri belum terdaftar. Saya dan istri bersedia membayar biaya rumah sakit dengan pasien umum," terangnya.

Direktur RSUD HIS, I Nyoman Sumahardika kepada katakaltim mengatakan pihaknya tidak pernah ada kebijakan atau pun tindakan untuk menahan pasien.

Pasien diperbolehkan pulang setelah menyelesaikan visit usai proses persalinan.

“Itu bukan kami yang menahan, tetapi ibu tersebut harus mengontak pihak perusahaan tempat dia bekerja untuk menyelesaikan proses administrasi,” terangnya.

Nyoman menambahkan, jarak perusahaan dari Siluq Ngurai menuju RSUD HIS turut menjadi faktor lamanya proses pembayaran.

Setelah administrasi diselesaikan, pasien langsung pulang bersama perwakilan perusahaan.

Terkait penanganan medis, RSUD HIS memastikan prosedur telah dilakukan sesuai standar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, posisi bayi dalam kondisi sungsang sehingga pasien segera dibawa ke ruang persalinan untuk penanganan cepat.

Bayi lahir dengan berat 1,5 kilogram dan mengalami asfiksia berat atau kekurangan oksigen.

Tim medis memberikan penanganan intensif menggunakan ventilator di ruang NICU. Namun, bayi meninggal pada 24 Februari pukul 08.20 WITA. (Jantro)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025