Payload Logo
Neni Moerniaeni dan Pejabat Dinas Kesehatan Bontang

Neni Moerniaeni dan Pejabat Dinas Kesehatan Bontang menggelar Pelatihan Orientasi Penguatan Komunikator Petugas Kesehatan Bontang (dok:ist)

Pemkot Bontang Genjot Kompetensi Komunikasi Nakes, Percepat Penurunan Stunting

Penulis: Salsabila Resa | Editor:
3 Juni 2026

BONTANG - Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan menggelar Orientasi Penguatan Komunikator Metode Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Bagi Petugas Kesehatan Tahun 2026 di Hotel Equator Bontang, Rabu 3 Juni 2026. 

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, membuka langsung kegiatan itu. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan di lapangan sangat bergantung pada bagaimana pesan komunikasi tersebut disampaikan kepada masyarakat.

Katanya, cara penyampaian informasi yang persuasif, santun, dan penuh empati adalah kunci utama dalam mengedukasi warga.

"Peningkatan kompetensi nakes dan kolaborasi bersama masyarakat adalah investasi penting bagi masa depan daerah kita," ucap Neni Moerniaeni.

Ia berharap pelatihan ini harus menghasilkan dampak nyata, sehingga sejumlah target utamanya, penurunan stunting di Kota Bontang dapat tercapai. 

Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama 2 hari ini berfokus pada pembekalan keterampilan praktis. Para peserta akan dilatih untuk:

1. Menggunakan alat bantu visual dan media kreatif dalam berkomunikasi.

2. Mempraktikkan teknik mendengar aktif (active listening) dan memberikan umpan balik yang empati.

3. Mengatasi penolakan atau mitos kesehatan yang beredar di masyarakat dengan pendekatan humanis.

4. Mengembangkan strategi komunikasi interpersonal yang sensitif terhadap budaya lokal.

"Melalui metode KAP ini, kita ingin membangun jembatan kepercayaan yang lebih kuat dengan masyarakat," tambah Neni Moerniaeni.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menjelaskan bahwa orientasi ini merupakan wujud nyata implementasi Pilar Kedua Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yakni Perpres No. 72 Tahun 2021. 

Ia menyebut ada 71 nakes peserta juga langsung diterjunkan untuk praktik lapangan menyapa warga di Posyandu & Kelas Ibu Hamil, Bina Keluarga Balita (BKB), Institusi Sekolah

Para nakes akan mendampingi warga secara langsung mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta perbaikan sanitasi lingkungan sekitar rumah. (Adv)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025