BONTANG — Pemerintah Kota Bontang terus menggenjot peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan itu dibuka oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Asdar Ibrahim.
Hadir pula Ketua Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) Kalimantan Timur, Rifyanto Bakri, yang memberikan materi pembinaan kepada peserta.
Dalam sambutannya, Neni menilai LPKS memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan industri.
Menurutnya, pembangunan SDM harus menjadi prioritas agar masyarakat Bontang mampu mengambil peluang ekonomi dari hadirnya IKN di Kalimantan Timur.
“LPKS bukan sekadar tempat pelatihan, tetapi wadah membentuk SDM yang siap menghadapi dunia kerja dan mampu bersaing secara profesional,” katanya.
Ia menegaskan, perkembangan kawasan industri dan proyek strategis di Kalimantan Timur harus menjadi peluang bagi masyarakat lokal.
Karena itu, lembaga pelatihan diminta terus memperbarui sistem pembelajaran dan menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja.
Neni juga mengajak seluruh peserta pembinaan untuk menjaga kualitas lembaga masing-masing, mulai dari standar pelatihan hingga kualitas lulusan.
Dengan demikian, angka pengangguran di Kota Bontang dapat ditekan melalui hadirnya tenaga kerja yang siap pakai.
Sementara itu, Kepala Bidang Lattas dan Penta Kerja Disnaker Bontang, Takdir Mannang, mengatakan pembinaan kali ini difokuskan pada penguatan kualitas dan legalitas lembaga pelatihan kerja.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan seluruh LPKS di Bontang mampu menjalankan pelatihan berbasis kompetensi, memiliki akreditasi, serta menghasilkan lulusan dengan sertifikasi yang diakui dunia usaha dan industri.
“Sinergi antara pemerintah, BLK, dan LPKS swasta menjadi langkah penting untuk memperkuat kualitas SDM daerah,” ujarnya.
Sebanyak 42 lembaga pelatihan kerja swasta mengikuti kegiatan tersebut.
Pemkot Bontang berharap keberadaan LPKS dapat menjadi salah satu ujung tombak dalam menciptakan tenaga kerja unggul sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di era pembangunan IKN. (Adv)














