Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat langkah untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh menjadi usaha yang mandiri dan berdaya saing.
Salah satu strategi yang disiapkan yakni menghadirkan Inkubator Bisnis Daerah sebagai wadah pembinaan bagi UMKM lokal. Program ini dirancang menjadi “rumah tumbuh” yang memberikan pendampingan secara bertahap, mulai dari penguatan kapasitas usaha hingga membuka peluang masuk ke pasar yang lebih luas.
Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan inkubator bisnis bukan sekadar program pemberian bantuan, melainkan proses pendampingan yang memiliki target dan ukuran perkembangan yang jelas.
“UMKM harus punya target perkembangan. Harapannya setelah mendapatkan pendampingan, mereka bisa naik kelas dan tidak terus bergantung pada bantuan,” ujarnya.
Melalui program tersebut, pelaku UMKM akan mendapatkan pembinaan dalam rentang waktu enam bulan hingga dua tahun. Selama proses pendampingan, UMKM akan diarahkan untuk memperkuat berbagai aspek usaha, mulai dari kemampuan produksi, tata kelola manajemen, hingga strategi pemasaran.
Menurutnya, keberhasilan UMKM tidak hanya dilihat dari jumlah bantuan yang diterima, tetapi dari kemampuan pelaku usaha dalam mengelola dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
“Yang ingin dibangun adalah kemandirian UMKM. Mereka harus memiliki kemampuan untuk berkembang dengan kekuatan usaha sendiri,” jelasnya.
Dengan adanya Inkubator Bisnis Daerah, Pemkot Bontang berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu naik level, memiliki daya saing, serta menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.(*)














