Dibaca
87
kali
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Karang Mumus dan memperluas area pencarian sampai ke Sungai Mahakam (dok: Basarnas)

Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Karang Mumus Kota Samarinda Masih Berlangsung

Penulis : Agu
4 April 2025
Font +
Font -

SAMARINDA — Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban perempuan yang tenggelam di Sungai Karang Mumus, Kota Samarinda, Jumat 4 April 2025.

Koordinator Pos Basarnas Samarinda, Riqi Efendi mengatakan mereka telah menyisir Sungai Karang Mumus hingga bahkan memperluas pencarian sampai ke Sungai Mahakam. Sebab ada indikasi korban sudah terseret arus.

“Kita perluas pencarian karena kita lihat pasang surut air cukup tinggi,” kata Riqi dalam keterangannya yang diterima, Kamis 3 April 2025.

Tim SAR beserta warga sekitar juga tengah memantau situasi pasang surut air siang dan malam hari. Bahkan telah melakukan pencarian di radius 7,5 kilometer.

“Kita juga minta kapal-kapal yang melintas untuk membantu memantau di wilayah Sungai Mahakam,” terangnya.

Baca Juga: Para tim sedang beristirahat setelah melakukan pencarian korban perempuan yang meloncat di jembatan Arif Rahman Hakim, Kota Samarinda (dok: agu/katakaltim)Perempuan yang Meloncat dari Jembatan Arif Rahman Hakim Kota Samarinda Masih dalam Pencarian

Riqi menambahkan, sesuai regulasi, pencarian akan tetap dilakukan selama 7 hari ke depan. Bahkan bisa saja kurang dari 7 hari apabila sama sekali tidak ada perkembangan atau tanda-tanda lokasi korban.

“Sesuai UU kami maksimalkan 7 hari. Kalau tak ada perkembangan, kalau tak ada informasi yang memungkinkan korban ditemukan, kami akan hentikan pencarian,” jelasnya.

Adapun Tim SAR Gabungan yang turun mencari korban antara lain BASARNAS Samarinda, Ditpolairud Polda Kaltim, BPBD Kaltim, Satpolair Polresta Samarinda, Koramil Sungai Pinang, Disdamkarmat Samarinda, BPBD Samarinda, Relawan Gabungan Samarinda, dan Relawan Gabungan Kukar.

Diberitakan sebelumnya, perempuan (perkiraan usia 30) yang meloncat dari Jembatan Arif Rahman Hakim tersebut disaksikan oleh sejumlah warga. Kejadian itu sekitar pukul 03.04 Wita, Senin 31 Maret 2025.

“Pertamanya kukira sampah. Begitu kulihat tangannya wah orang ternyata. Terus aku lari ambil senter. Kayanya dia tenggelam di situ,” ucap Kaseng, sembari menunjuk lokasi tenggelamnya korban.

Saksi lainnya, bapak Adel, melihat langsung seorang perempuan berjalan di atas pipa jembatan tersebut.

Sementara itu, bapak Jafar yang berada di bawah jembatan, mendengar suara jatuh dari atas jembatan.

Di samping itu saksi lainnya, bapak Alfi melihat ada sendal jepit merek Swallow berwarna orange yang terletak tepat di atas jembatan.

Sementara, Komandan Posko (Danpos) l Damkartan Samarinda, Polly Rachman menyampaikan berdasarkan keterangan saksi, perempuan tersebut sempat muncul ke permukaan beberapa kali sebelum tenggelam.

"Kondisi korban sempat timbul tenggelam. Dia teriak meminta tolong dan kembali tenggelam karena diperkirakan tidak bisa berenang, dan akhirnya hilang," jelasnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Disdamkartan Samarinda melakukan investigasi di lokasi dan menyusuri kawasan yang diduga tempat meloncatnya korban.

Diketahui, sejak Senin pagi 31 Maret 2025, para tim melakukan pencarian. Sampai berita ini terbit, pada Jumat 4 April 2025, pukul 17:10 WITA, korban masih belum ditemukan. (*)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >