BALIKPAPAN — Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan telah diresmikan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyambut baik selesainya proyek strategis nasional tersebut.
Dia menilai keberadaan RDMP membawa dampak besar bagi ketahanan energi nasional sekaligus perekonomian daerah.
RDMP merupakan salah satu proyek strategis nasional terbesar di Indonesia, menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Balikpapan.
“Tentu kita bangga Balikpapan menjadi lokasinya,” ucap Rahmad Mas’ud kepada awak media, Rabu 14 Januari 2026.
Penyerapan Tenaga Kerja
Kehadiran RDMP di Balikpapan dipastikan berdampak positif yang luas. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi daerah.
“Kami sudah menyampaikan kepada Pertamina agar penyerapan tenaga kerja memprioritaskan putra daerah. Ini penting agar masyarakat Balikpapan benar-benar merasakan manfaat langsung dari proyek ini,” begitu pengakuan Rahmad.
Menurut dia, RDMP tidak hanya memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Tapi juga berperan strategis bagi pembangunan Kaltim, khususnya Kota Balikpapan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Pertamina agar keberadaan RDMP bisa mengangkat perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Minta Penambahan Kuota
Selain dampak ekonomi, Rahmad menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas Kota Balikpapan, di tengah geliat pembangunan dan meningkatnya aktivitas industri.
“Yang paling penting bagaimana kita menjaga kondusivitas Kota Balikpapan. Kota ini milik kita bersama, harus kita jaga dan rawat bersama,” katanya.
Ia berharap ke depan manfaat RDMP semakin dirasakan masyarakat, baik dari sisi peningkatan ekonomi maupun kesempatan kerja bagi warga lokal.
“Mudah-mudahan manfaatnya makin banyak untuk kita semua, ekonomi meningkat, dan ke depan tenaga kerja benar-benar diprioritaskan warga Kota Balikpapan,” tutur Rahmad.
Rahmad juga menyampaikan Pemerintah Kota Balikpapan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Terkait penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM), seiring dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan energi di daerah.
“Nanti akan kami sampaikan ke pusat terkait pembagian kuota. Pertambahan penduduk semakin meningkat, pemakai BBM juga bertambah. Ini menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk menambah kuota BBM di Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan,” pungkasnya. (Han)














