BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bontang, Muhammad Syahbirin, mengajak seluruh masyarakat mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Menurut Muhammad Syahbirin, penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, namun turut mengancam masa depan keluarga, generasi muda, hingga pembangunan daerah.
Karena itu, ia menegaskan perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum.
Kata Syahbirin dukungan dan keterlibatan masyarakat bisa menjadi kunci untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, utamanya di Kota Bontang.
"Upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat," ujarnya, Jumat 26 Juni 2026.
Ia mengatakan semangat Bontang Berbenah juga diwujudkan melalui pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, dan bebas dari narkoba.
Menurutnya, generasi muda produktif adalah modal penting bagi kemajuan Kota Bontang di masa mendatang.
Sabri juga mengajak masyarakat membudayakan gerakan Bersinar (Bersih dari Narkoba) mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja hingga kawasan permukiman.
"Masyarakat diimbau meningkatkan pengawasan, berani menolak penyalahgunaan narkoba, serta melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar," sebutnya.
Katanya, langkah pencegahan sejak dini merupakan cara paling efektif untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
Momentum HANI 2026 juga, sebut Syahbirin diharapkan menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama.
Karena itu, agar Bontang tetap menjadi daerah yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba, katanya masyarakat harus semangat "Cegah, Tolak, Laporkan." (Adv)














